Perusahaan Batu Bara Mau Caplok 80% Saham Distributor Coca-Cola (GRPM)
PT Tunas Binatama Lestari bakal mencaplok hingga 80% saham emiten distributor resmi merek Coca-Cola di Indonesia, PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM). Pascaaksi korporasi itu, Tunas Binatama Lestari akan menjadi pengendali baru GRPM.
Direktur Utama Graha Prima Mentari, Agus Susanto, menyampaikan kesepakatan akuisisi itu ditandatangani pada 12 Februari 2026. Aksi itu melalui termsheet atau perjanjian awal yang bersifat non-binding antara pemegang saham GRPM, yakni PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI) dan Agus Susanto, dengan PT Tunas Binatama Lestari,
Tunas Binatama Lestari adalah perusahaan perdagangan sekaligus pertambangan batu bara yang menjadi bagian dari Rimau Group.
Tunas Binatama Lestari akan mengakuisisi sebanyak 1,23 miliar saham atau kurang lebih 80%. Secara terperinci, porsi terbesar saham dari PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI) sebanyak 1,09 miliar saham atau sekitar 70,67%, sedangkan sisanya dimiliki Agus Susanto sebanyak 144,15 juta saham atau sekitar 9,33%.
Namun, perjanjian itu masih bersifat tidak mengikat dan saat ini tengah dalam tahap negosiasi lebih lanjut.
GRPM Baru IPO 2023
GRPM mencatatkan perdana sahamnya atau IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Juli 2023 lalu. Kala itu, saham tersebut dibuka di harga Rp 120 per unit.
Selama dua tahun, yakni periode 2024-2025, harga saham GRPM selalu konsisten di bawah Rp 100. Namun sejak Januari 2026, harganya mulai naik signifikan dan kini melambung hampir 500% ke level Rp 510 per unit.
Perseroan didirikan pada 2011 dan telah memiliki 7 area cabang. Di antaranya yaitu Cirebon, Indramayu, Tasikmalaya, Rembang, Pekanbaru, Medan Sunggal, dan Medan Deli. Perusahaan telah melayani lebih dari 25 ribu outlet ritel yang tersebar di seluruh area Jawa dan Sumatra.