Profil Lim Hariyanto, Bos Harita Group (NCKL) Masuk Daftar 10 Orang Terkaya RI
Bos PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) Lim Hariyanto Wijaya Sarwono masuk dalam jajaran 10 orang paling kaya di Indonesia versi Forbes Real Time Billionaires. Berdasarkan data Forbes per Rabu (18/2), kekayaan Lim mencapai US$ 6,2 miliar atau setara Rp 104,43 triliun dengan asumsi kurs Rp 16.844 per dolar AS.
Awal tahun 2026 ini, kekayaan Lim menyalip bos tambang Grup Bakrie yaitu Agoes Projosasmito yang saat ini berada di posisi kesepuluh. Sementara di atas Lim, ada salah seorang pendiri emiten data center PT DCI Indonesia Tbk (DCII) yakni Marina Budiman.
Adapun sumber kekayaan Lim berasal dari bisnis sumber daya alam yang dibangun melalui bendera Harita Group. Mulai dari kayu, perkebunan kelapa sawit, bauksit hingga nikel terintegrasi. Berikut adalah profil dan perjalanan bisnis Lim Haryanto.
Seperti apa profil Lim Haryanto yang masuk dalam daftar orang terkaya RI?
Berawal dari Toko Kelontong
Lim Hariyanto Wijaya Sarwono atau lebih dikenal sebagai Lim Hariyanto merupakan pendiri Harita Group. Perusahaan ini fokus pada investasi sektor sumber daya alam.
Sejatinya, fondasi bisnis keluarga Lim bermula dari sang ayah, yaitu Lim Tju King. Lim Thu adalah perantau asal Fujian, Cina. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, ia membuka toko kelontong di Kalimantan pada 1915. Usaha sederhana ini kemudian menjadi titik awal ekspansi bisnis keluarga Lim.
Setelah ayahnya, Lim Haryanto mengambil alih usaha tersebut dan mulai mengembangkan bisnis kayu pada dekade 1980-an. Bersama putranya, Lim Gunawan Hariyanto ia membangun industri perkayuan dari penjualan kayu log hingga produksi kayu lapis melalui PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT).
Hingga saat ini, PT Harita Jayaraya memiliki mayoritas saham TIRT dengan kepemilikan sebesar 744 juta saham atau setara dengan 73,54% dari total saham TIRT yang beredar. Harata Jayaraya kemudian tercatat sebagai pengendali perseroan
Ekspansi ke Sawit, Bauksit dan Nikel
Bisnis Harita Group kemudian merambah ke sektor perkebunan. Lim dan keluarganya menjadi pemegang saham mayoritas Bumitama Agri, produsen minyak kelapa sawit yang tercatat di Bursa Singapura dengan perkebunan yang tersebar di Indonesia.
Di sektor pertambangan, Harita Group menguasai 60% saham PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) melalui Harita Jayaraya. Perusahaan Lim ini masuk mengakuisisi CITA pada tahun 2005 yang saat itu masih mengelola bisnis besi dan menjadikan perusahaan ini sebagai salah satu perusahaan bauksit terbesar di Indonesia.
Sementara itu, di bisnis nikel, Lim mengembangkan perusahaan pengolahan nikel terintegrasi PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL). Emiten ini mencatatkan saham publik perdananya (IPO) pada 2023 lalu dengan menghimpun dana sebesar US$ 650 juta.
Secara keseluruhan, saham-saham yang terafiliasi dengan Lim di Bursa Efek Indonesia terkonsentrasi pada sektor nikel, pertambangan dan perkayuan ada NCKL, CITA dan TIRT.
Regenerasi Usaha ke Anaknya
Bisnis keluarga kini banyak dijalankan oleh generasi kedua. Dari tujuh anaknya, dua di antaranya memegang peran strategis. Lim Gunawan Hariyanto menjabat sebagai CEO Harita Group sekaligus memimpin Bumitama Agri.
Sementara itu anaknya, Lim Christina Hariyanto menjadi Presiden Komisaris Harita Kencana Sekuritas dan juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif di Bumitama Agri.
Regenerasi ini menandai keberlanjutan kerajaan bisnis Harita Group yang dibangun dari usaha kelontong sederhana hingga menjadi salah satu pemain utama di industri sumber daya alam Indonesia.