Gejolak Harga Emas Kerek ANTM, BRMS, ARCI, Hingga Merdeka Gold (EMAS)

Unsplash
Ilustrasi emas batangan.
2/3/2026, 14.16 WIB

Lonjakan harga emas turut mengerek saham-saham komoditas emas RI. Adapun harga emas global naik 1,38% mencapai US$ 5.351 pada hari ini, Senin (2/3), pukul 12.26 WIB. 

Seiring dengan itu, pada perdagangan sesi pertama hari ini, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) memimpin kenaikan dengan harga mencapai Rp 4.560 per saham atau naik 4,83%. Kemudian, saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) juga menguat ke level Rp 1.950 per saham setelah terangkat 3,72%.

Kemudian saham emiten Bakrie–Salim PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melonjak 4,12% ke Rp 1.010 per saham. Di sisi lain, saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) juga menguat 1,82% menjadi Rp 560 per saham.

Lalu PT Merdeka Copper Gold Tbk (EMAS) juga terangkat 3,60% ke level Rp 8.625 per saham dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) tumbuh 0,31% ke harga Rp 3.250.

Adapun harga emas dunia melonjak pada awal pekan ini setelah naiknya ketegangan geopolitik menyusul serangan besar yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dan memicu eskalasi konflik hingga memperdalam ketidakpastian global.

Berdasarkan laporan Reuters, Israel melancarkan gelombang serangan baru ke Ibu Kota Iran, Teheran, pada Minggu (1/3). Iran kemudian merespons dengan rentetan serangan rudal, memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah dan meningkatkan kekhawatiran terhadap dampaknya pada perekonomian global.

Analis pasar keuangan senior di Capital.com, Kyle Rodda, mengatakan berbeda dengan eskalasi konflik sebelumnya, kali ini kedua pihak memiliki insentif kuat untuk terus meningkatkan ketegangan. Kondisi tersebut berpotensi menciptakan lingkungan pasar yang sangat tidak pasti dan volatil, yang pada akhirnya mendukung kenaikan harga emas.

Meski begitu, naiknya emas tertahan oleh kenaikan indeks dolar AS yang naik sekitar 0,27%. Penguatan dolar membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar AS.

Rodda mengatakan emas batangan sendiri dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven) dan telah mencetak rekor harga beberapa kali sepanjang tahun ini seiring meningkatnya ketidakpastian politik dan ekonomi global. Reli harga emas terbaru bahkan melanjutkan lonjakan sekitar 64% sepanjang 2025.

Kenaikan tersebut didorong oleh pembelian besar-besaran oleh bank sentral, arus masuk kuat ke instrumen exchange traded fund (ETF), hingga ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve.

Analis independen Ross Norman menyebut emas sebagai indikator terbaik untuk mencerminkan ketidakpastian global. Menurutnya, harga emas berpotensi kembali mencetak rekor baru seiring dunia memasuki fase baru ketidakpastian geopolitik.

“Kami harus mengharapkan harga emas akan naik ke rekor baru saat kita memasuki era baru ketidakpastian geopolitik,” kata Ross Norman mengutip Reuters, Senin (2/3). 

Sementara itu, harga perak spot turun sekitar 0,3% menjadi US$ 93,54 per ons setelah mencatat kenaikan bulanan pada Februari. Harga platinum relatif stabil di US$ 2.363,26 per ons, sedangkan palladium naik sekitar 0,86% menjadi US$ 1.801,50 per ons.

 
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila