IHSG Rontok 4,32%, Saham Konglomerat Prajogo (PTRO) hingga Hapsoro (RATU) Rontok

ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/rwa.
Pengunjung mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026).
Penulis: Karunia Putri
4/3/2026, 12.32 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG rontok 4,32% atau 343,19 poin ke level 7.596 pada perdagangan sesi pertama, Rabu (4/3). Rontoknya indeks terjadi usai Fitch Ratings yang disebut menurunkan outlook peringkat utang Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil.

Namun, Lembaga internasional itu mempertahankan Long-Term Foreign Currency Issuer Default Rating (IDR) pada level BBB. Dalam draft Fitch Ratings yang dirilis hari ini, Rabu (4/3) penurunan outlook itu karena meningkatnya ketidakpastian kebijakan serta kekhawatiran kebijakan ekonomi RI di tengah sentralisasi pengambilan keputusan. 

“Hal ini dapat melemahkan prospek fiskal jangka menengah, merusak sentimen investor, dan memberikan tekanan pada bantalan eksternal,” tulis Fitch Ratings, Rabu (4/3). 

Merujuk data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume transaksi perdagangan sepanjang sesi pertama mencapai 35,07 miliar saham dan frekuensi sebanyak 2,12 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp 13.572 triliun dengan total nilai transaksi siang ini sebesar Rp 18,10 triliun. Sebanyak 63 saham ditutup naik, 713 saham turun dan 37 saham lainnya tidak bergerak.

Saham-saham konglomerasi ambruk pada perdagangan sesi pertama. Misalnya saham dekapan konglomerat Prajogo Pangestu PT Petrosea Tbk (PTRO) anjlok 9,44% ke level 5.275, saham milik grup bakrie PT Bumi Resources Tbk (BUMI) rontok 7,94% ke level 232 dan saham milik Happy Hapsoro PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) terjum 11,76% ke level 6.000

Seluruh sektor yang ada di BEI parkir di zona merah pada perdagangan sesi I. Saham-saham industri dasar anjlok paling dalam, yaitu turun 8,03% secara sektoral. Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) rontok 8,84% ke level 4.020, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) anjlok 13,27% ke level 850, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) jeblok 9,38% ke level 6.525 dan PT Timah Tbk (TINS) merosot 10,82% ke level 3.790.

Dari sisi banyaknya nilai perdagangan, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) paling banyak ditransaksikan hingga siang ini, yaitu Rp 1,3 triliun. Disusul oleh PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) yang diperdagangkan sebesar Rp 1,29 triliun dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) sebesar Rp 911,82 miliar. 

Sementara itu, indeks bursa saham Asia juga mengalami penurunan. Indeks saham Nikkei rontok 3,93%, Hang Seng terkoreksi 2,78% dan Shanghai Composite turun 1,43%.

Daftar top gainer siang ini: 

  • PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI) naik 4,40% ke level 166
  • PT Asuransi Jiwa Sinarmas Tbk (LIFE) naik 3,20% ke level 7.250
  • PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) naik 1,88% ke level 2.170

Daftar top loser siang ini:

  • PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) turun 13,27% ke level 850
  • PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) turun 11,76% ke level 6.000
  • PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) turun 11,30% ke level 4.080
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri