Wall Street Bangkit di Tengah Gejolak AS–Iran hingga Turunnya Harga Minyak Dunia

NYSE
Bursa efek New York atau Wall Street
5/3/2026, 06.23 WIB

Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat (AS) naik pada perdagangan saham Rabu (4/3). Bangkitnya pasar seiring turunnya harga minyak di tengah konflik AS–Israel dengan Iran hingga meredanya kekhawatiran melambatnya pertumbuhan ekonomi AS.

Dow Jones Industrial Average naik 238,14 poin atau 0,49% dan ditutup pada level 48.739,41. Indeks yang terdiri dari 30 saham tersebut mengakhiri penurunan selama tiga hari berturut-turut. Sementara itu, S&P 500 naik 0,78% dan ditutup pada level 6.869,50, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 1,29% dan berakhir di level 22.807,48.

Naiknya pasar didorong oleh saham-saham teknologi, terutama di sektor semikonduktor. Saham Micron Technology dan Advanced Micro Devices masing-masing melonjak lebih dari 5%. Sementara itu, Broadcom dan Nvidia masing-masing naik lebih dari 1%.

Sentimen investor juga diperkuat oleh sejumlah data ekonomi yang solid. Laporan ketenagakerjaan dari ADP menunjukkan perusahaan sektor swasta menambah lebih banyak pekerjaan dari perkiraan pada Februari. Selain itu, sektor nonmanufaktur AS mencatat pertumbuhan yang lebih baik dari perkiraan pada bulan lalu, dengan tekanan inflasi mulai mereda.

Kepala strategi pasar di Ameriprise Financial, Anthony Saglimbene, mengatakan kekhawatiran pasar soal melemahnya pasar tenaga kerja untuk saat ini mulai dipertanyakan. Hal itu juga menyusul data terbaru yang menunjukkan kondisi pasar kerja masih cukup kuat.

“Ekonomi AS berdiri di atas fondasi yang kokoh,” ucap Saglimbene dikutip CNBC International, Kamis (5/3).

Saglimbene mengatakan eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi menimbulkan dampak berantai pada pasar global.

“Jika lingkungan Timur Tengah terganggu, pasar akan melihat dampak berantai yang lebih besar di pasar global, harga aset, dan mungkin prospek ekonomi,” ujarnya.

Di samping itu reaksi positif pasar terhadap data ekonomi muncul bersamaan dengan meredanya kenaikan harga minyak. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pemerintah AS akan mengumumkan “serangkaian langkah” untuk mendukung kelancaran aliran minyak melalui Teluk Persia.

Sementara itu, Scott mengatakan tarif global sebesar 15% yang diumumkan Donald Trump pada akhir bulan lalu akan mulai berlaku pada pekan ini. Meski demikian, ia menilai tarif AS berpotensi kembali ke level sebelum putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat dalam waktu sekitar lima bulan.

 Sejalan dengan pernyataan tersebut, kontrak berjangka minyak mentah Brent crude oil dan West Texas Intermediate (WTI) melemah pada perdagangan Rabu. Harga minyak Brent sebagai patokan internasional bergerak datar, sementara WTI ditutup naik tipis 0,13%.

Sebelumnya lonjakan harga minyak mulai mereda setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Selasa bahwa AS akan menyediakan asuransi risiko bagi seluruh perdagangan maritim yang melintasi Teluk Persia. Kebijakan tersebut bertujuan mendorong kapal tanker kembali beroperasi melalui Selat Hormuz.

Lalu lintas kapal tanker melalui selat tersebut yang merupakan jalur transit minyak mentah paling vital di dunia sempat terhenti setelah komandan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran mengancam akan membakar kapal yang mencoba melewati rute tersebut.



 
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila