Bocoran soal Calon Pengisi Direksi BEI, Ini Kisi-Kisi dari OJK
Penjabat sementara (Pjs) Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, membocorkan kisi-kisi sosok yang bakal mengisi kursi direksi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Adapun Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI akan digelar pada Juni nanti. Hasan menjelaskan, batas akhir pengajuan kandidat ditetapkan pada 27 April untuk posisi direksi Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan 4 Mei untuk direksi BEI.
Ia menyampaikan, struktur direksi BEI terdiri atas tujuh orang dan diisi dengan kompetensi yang berbeda sesuai bidang masing-masing. Tak hanya itu, setiap posisi menurut dia membutuhkan keahlian khusus yang sejalan dengan fungsi operasional bursa.
Hasan mencontohkan, untuk posisi direktur utama (dirut) dibutuhkan sosok yang memiliki visi, kemampuan strategis, dan kepemimpinan yang kuat. Sementara itu, direktur lainnya akan membawahi bidang-bidang tertentu sesuai tanggung jawab masing-masing.
“Ada yang (bidangnya) perdagangan, tentu ahlinya di mekanisme dan penyelenggaraan perdagangan," ungkap Hasan di Kompleks Parmelen Senaya, Jakarta, Rabu (11/3).
Selain itu, dia juga menjelaskan mekanisme seleksi dimulai dari para pemegang saham yang terlebih dahulu menyaring kandidat terbaik. Setelah itu, nama-nama yang telah disaring itu diajukan kepada OJK. Selanjutnya, OJK akan melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap para calon.
Menurutnya, mekanisme pemilihan direksi dan komisaris BEI yang berlaku saat ini sudah berjalan dengan baik. Proses seleksi yang dilakukan secara berlapis diharapkan dapat menghasilkan kandidat terbaik untuk memimpin bursa ke depan.
Namun, hingga kini OJK masih belum menerima pengajuan paket calon direksi dari para pemegang saham pengusung. Hasan memperkirakan pengajuan tersebut kemungkinan baru akan disampaikan mendekati batas waktu sebelum pelaksanaan RUPS.