Bareksa Berharap Ketua Baru OJK Tindaklanjuti Permintaan MSCI

Reksadana
Ilustrasi. Seorang investor tengah memantau pergerakan harga saham melalui aplikasi trading di handphone.
12/3/2026, 12.48 WIB

Platform investasi digital Bareksa berharap kepemimpinan baru di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat mendorong transformasi pasar saham sekaligus menindaklanjuti sejumlah catatan dari MSCI terkait pengembangan pasar modal Indonesia.

Chief Operating Officer Bareksa, Ni Putu Kurniasari, mengatakan salah satu perhatian utama industri saat ini adalah bagaimana regulator menanggapi berbagai masukan dari MSCI yang berkaitan dengan efisiensi dan daya tarik pasar modal Indonesia bagi investor global.

“Karena ada permintaan dari sisi MSCI, harapannya tentu bagaimana hal tersebut bisa ditindaklanjuti,” ujar Putu kepada media, Rabu (11/3).

Menurutnya, OJK sebelumnya telah menyampaikan rencana untuk melakukan transformasi di pasar saham. Para pelaku industri pasar modal mendukung langkah tersebut agar pasar menjadi lebih efisien dan inklusif.

Ia menilai rencana transformasi tersebut berpeluang dijalankan dengan lebih optimal di bawah kepemimpinan Friderica Widyasari Dewi, yang baru saja terpilih sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK periode 2026–2031.

Putu menilai Friderica memiliki pemahaman yang kuat mengenai kondisi investor retail di Indonesia, terutama dari sisi edukasi dan partisipasi masyarakat di pasar modal.

“Dari sisi edukasi, Bu Kiki juga sudah memahami apa yang terjadi di masyarakat retail kita. Banyak (investor) yang sebenarnya ingin masuk, bahkan sudah masuk ke pasar saham, tetapi ada kendala-kendala yang membuat pasar menjadi kurang efisien dan akhirnya bisa menimbulkan kerugian,” katanya.

Ia menilai perbaikan struktur pasar menjadi penting agar investor retail dapat berpartisipasi secara lebih optimal dan risiko kerugian akibat ketidakefisienan pasar bisa diminimalkan.

Dengan latar belakang tersebut, Putu mengaku optimistis arah transformasi pasar modal yang sebelumnya telah dirancang oleh OJK dapat diwujudkan dalam beberapa tahun ke depan.

“Dengan Bu Kiki menjadi Ketua OJK, saya cukup optimis arah transformasi yang sebelumnya sudah direncanakan bisa dijalankan,” ujarnya.

Lima Pejabat Baru OJK

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melalui Komisi XI menetapkan susunan Dewan Komisioner OJK periode 2026–2031 setelah melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap sejumlah kandidat.

Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, menyatakan dari sepuluh kandidat yang mengikuti proses fit and proper test, DPR memilih lima nama untuk mengisi jabatan di Dewan Komisioner OJK.

Selain Friderica sebagai Ketua Dewan Komisioner, DPR juga menetapkan Hernawan Bekti Sasongko sebagai Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK. Sementara itu, Hasan Fawzi ditunjuk sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon.

Adapun posisi Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen akan dijabat oleh Dicky Kartikoyono, sedangkan Adi Budiarso dipercaya memimpin pengawasan sektor inovasi teknologi keuangan, aset keuangan digital, dan aset kripto.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah