BBCA Umumkan Tebar Dividen Interim 3 Kali Tahun ini, Ini Skenario yang Disiapkan
Perbankan raksasa PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) bakal membagikan dividen interim sebanyak 3 kali sepanjang 2026. Pembagian dividen interim itu tidak termasuk dividen yang ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan dua kali dari dividen interim.
Apabila menilik kinerja sahamnya pada perdagangan intraday hari ini pukl 10.30 Jumat (13/3), saham BBCA menguat 0,36% ke Rp 6.950 dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 853,68 triliun. Namun secara year to date (ytd) saham BBCA sudah melemah 14,24%.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengatakan rencana pembagian dividen interim lebih dari sekali dalam setahun menjadi terobosan baru bagi perseroan. Kedepannya, ia menjelaskan BCA berencana menyalurkan dividen interim setiap kuartal.
Menurutnya, langkah itu diharapkan dapat memberikan tambahan arus kas bagi para pemegang saham yang selama ini terus mendukung BBCA.
“Perseroan memastikan rencana ini juga menyesuaikan dengan kondisi keuangan dan telah mendapatkan persetujuan dari Dewan Komisaris,” ujar Hendra dalam keterangannya, Jumat (13/3).
Rencana tersebut sejalan dengan komitmen BCA untuk terus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham, khususnya investor ritel. Perseroan sebelumnya telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Menara BCA Grand Indonesia, Jakarta, pada Kamis (12/3) yang salah satunya memutuskan penggunaan laba bersih.
Sehubungan dengan laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp 57,5 triliun, RUPST menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 336 per saham atau setara 72% dari laba bersih perseroan.
Jumlah tersebut telah termasuk dividen interim sebesar Rp 55 per saham yang telah dibayarkan pada 22 Desember 2025. Dengan demikian, sisa dividen sebesar Rp281 per saham yang akan dibagikan tahun ini.
“BCA senantiasa berfokus pada fundamental bisnis perseroan dan melangkah dengan pruden pada tahun 2026,” tutup Hendra Lembong.
Dalam RUPST itu juga pemegang saham menyetujui rencana pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya sebesar Rp 5 triliun.
Berikut jajaran dewan komisaris usai RUPSLB:
Dewan Komisaris
- Presiden Komisaris : Jahja Setiaatmadja
- Komisaris : Tonny Kusnadi
- Komisaris Independen : Raden Pardede
- Komisaris Independen : Sumantri Slamet
Direksi
- Presiden Direktur : Hendra Lembong
- Wakil Presiden Direktur : Armand Wahyudi Hartono
- Wakil Presiden Direktur : John Kosasih
- Direktur : Subur Tan
- Direktur (yang juga merupakan Direktur yang membawahi fungsi Kepatuhan) : Lianawaty Suwono
- Direktur : Santoso
- Direktur : Vera Eve Lim
- Direktur : Haryanto Tiara Budiman
- Direktur : Frengky Chandra Kusuma
- Direktur : Antonius Widodo Mulyono
- Direktur : Hendra Tanumihardja
- Direktur : David Formula