Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan evaluasi minor terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berlaku pada periode 1 Juli hingga 30 September 2026. yang berdampak ke saham BBCA dan BBRI.
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup naik 2,07% ke 6.007 pada perdagangan hari ini, Jumat (12/6). Sebanyak 615 saham menguat, 108 saham terkoreksi, dan 93 saham tidak bergerak.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akan membagikan dividen interim termin pertama untuk tahun buku 2026 sebesar Rp 20 per saham. Dividen itu akan dibagikan pada 26 Juni 2026.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan intraday Kamis (30/4). Merujuk data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pukul 10.10 WIB IHSG bahkan meninggalkan level 7.000.
Emiten perbankan raksasa PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan transaksi crossing sebesar Rp 423,74 miliar di harga Rp 7.864 pada Senin (27/4). Bagaimana prospek saham BBCA?
Lembaga pemeringkat kredit internasional, Fitch Ratings, memberikan outlook negatif terhadap perbankan raksasa RI di antaranya BNI, BCA, Mandiri dan BRI.
Investor asing pada pekan ini melepas saham bank-bank besar, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, hingga PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
Kinerja indeks Financial Times Stock Exchange atau FTSE Indonesia masih menunjukkan tekanan dalam jangka pendek. Dalam tiga bulan terakhir, indeks terkoreksi hingga 16%.