Kabar Terkini IPO Merdeka Gold (EMAS) di Hong Kong, Manajemen Ungkap Skenarionya

Katadata / Karunia Putri
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/9)
25/3/2026, 09.04 WIB

Emiten pertambangan afiliasi Grup Saratoga dan Garibaldi “Boy” Thohir, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengumumkan aksi terbaru yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, manajemen menyampaikan rencana mencatatkan sahamnya atau initial public offering (IPO) di bursa Hong Kong tinggal selangkah lagi. 

Sebelumnya EMAS mengajukan permohonan pencatatan saham ke Bursa Efek Hong Kong pada 20 Maret 2026.  Manajemen pun telah menunjuk UBS Securities Hong Kong dan CITIC Securities sebagai joint sponsors.

Presiden Direktur Boyke Poerbaya Abidin menyebut langkah ini sebagai strategi lanjutan setelah IPO di BEI pada September 2025 dan dimulainya produksi di Pani pada awal tahun ini.

“Kami tetap fokus untuk meningkatkan operasi secara aman dan memberikan nilai jangka panjang, sekaligus memperluas akses terhadap pasar modal internasional,” ucap Boyke dalam keterangan resmi, Rabu (25/3). 

EMAS menjelaskan aksi IPO di bursa asing ini bertujuan memperluas akses ke investor global, meningkatkan likuiditas saham, dan membuka peluang pendanaan untuk ekspansi. Di sisi operasional, Merdeka Gold Resources mengembangkan Tambang Emas Pani di Gorontalo yang ditargetkan menjadi salah satu tambang emas terbesar di Asia pada 2030.

Proyek ini telah mencapai first gold pour pada Februari 2026 dan mencatat penjualan perdana sebanyak 16 kg ke PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) pada Maret 2026.

Tak hanya itu, manajemen EMAS juga akan menerbitkan dokumen pencatatan di Hong Kong jika proses pengajuan berlanjut sesuai ketentuan yang berlaku. Perseroan juga telah menyampaikan draft Application Proof berisi informasi perusahaan dan saat ini HKEX sedang menelaah dokumen tersebut.

“Draft dokumen pencatatan tersebut belum bersifat final dan oleh karena itu tidak sepatutnya dijadikan dasar atau diandalkan,” tulis manajemen. 

 3 Petinggi Merdeka Gold Mundur

Di tengah rencana IPO di Hong Kong, perusahaan mengumumkan tiga direksi Merdeka Gold Resources mengundurkan diri dari jabatannya.  Ketiga direksi tersebut adalah Albert Saputro, David Thomas Fowler, dan Adi Adriansyah Sjoekri.

“Perseroan telah menerima surat pengunduran diri dari tiga anggota direksi pada 18 Maret 2026,” tulis manajemen. 

Manajemen menyampaikan proses pengunduran diri tersebut akan diproses sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. Keputusan atas pengunduran diri  akan ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Adapun pengunduran diri ketiga anggota direksi baru akan berlaku efektif setelah mendapatkan persetujuan dari RUPS Perseroan. Sedangkan perusahaan memundurkan jadwal RUPS yang semula dijadwalkan pada Senin, 13 April 2026 menjadi Rabu, 22 April 2026 mendatang.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila