Rupiah Diproyeksi Melemah Tersulut Skeptisisme Perdamaian di Timur Tengah

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.
Petugas menunjukkan pecahan mata uang dolar Amerika Serikat dan mata uang Rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Nilai tukar rupiah ditutup perkasa sebesar 85 basis point atau menguat 0,50 persen menuju level Rp16.864 per dolar AS pada perdagangan Selasa, 10 Maret 2026.
26/3/2026, 09.35 WIB

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Rabu (25/3) diproyeksikan bergerak melemah berkisar Rp 16.850-16.950 terhadap dolar AS di tengah skeptisme adanya perdamaian antara AS dan Iran.

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang kembali menguat oleh skeptisme akan perdamaian di timteng, harga minyak yang kembali naik juga membebani. Range 16.850-16.950,” ujar Analis Doo Financial Lukman Leong kepada Katadata, Kamis (26/3).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka ke level Rp 16.891 per dolar AS. Ini membuat rupiah menguat 0,11% atau 18 poin. Rupiah pun perlahan bergerak naik ke level 16.892 per dolar AS hingga pukul 09.26 WIB, menguat 0,11% atau 19 poin.

 Adapun pada penutupan perdagangan hari sebelumnya, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 16.911 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah melemah 0,08% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.898 per dolar AS.

 Sementara itu, berdasarkan kurs referensi Bank Indonesia (Jisdor), rupiah menguat 0,45% dibandingkan perdagangan sebelum liburan panjang, menjadi Rp 16.905 per dolar AS dari sebelumnya Rp 16.982 per dolar AS.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah