Saham Bank Himbara BBRI hingga BMRI Kompak Merah, BBNI Anjlok Lebih dari 8%
Saham perbankan pelat merah dibuka merosot pada perdagangan saham hari ini, Rabu (25/3) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) anjlok paling dalam hingga 8,66% ke Rp 4.010. Kapitalisasi pasarnya kini berada di Rp 149,56 triliun.
Penurunan harga saham BBNI ini terjadi di hari ex date dividen yang bertepatan dengan 25 Maret. Adapun BBNI sebelumnya menetapkan dividen sebesar Rp 349,41 per saham. Adapun pencairan dividen akan dilakukan pada 7 April 2026.
Selain BBNI, saham bank himbara lainnya terpantau turun tipis. Misalnya PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 0,86% ke Rp 3.450, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terkoreksi 1,27% ke Rp 4.670, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) tergelincir 1,18% ke Rp 1.255.
Merosotnya saham perbankan himbara kala Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dibuka merosot 0,50% ke level 7.071 pada perdagangan saham usai libur panjang lebaran. Selain itu saat dibuka nilai transaksi IHSG tercatat Rp 1,62 triliun dengan volume yang diperdagangkan tercatat 2,70 miliar dan kapitalisasi pasarnya menjadi Rp 12.511 triliun.
Padahal bursa asia kini seluruhnya berada di zona hijau. Misalnya Nikkei naik 2,75% Hang Seng tumbuh 1,02%, Shanghai Composite terangkat 0,92%, dan Straits Times terapresiasi 0,57%.
Berikut pola pembukaan IHSG usai libur lebaran sepanjang 2020–2025:
| Tahun | Sentimen Utama | Tanggal Penutupan | IHSG Penutupan | Perubahan (%) | Tanggal Pembukaan | IHSG Pembukaan | Perubahan (%) |
| 2020 | Pandemi Covid-19 | 20 Mei 2020 | 4,545 | -0,06% | 26 Mei 2020 | 4,545 | 0,00% |
| 2021 | Recovery Covid-19 | 11 Mei 2021 | 5,938 | -0,63% | 17 Mei 2021 | 5,950 | +0,20% |
| 2022 | Perang Rusia–Ukraina | 28 April 2022 | 7,228 | +0,45% | 9 Mei 2022 | 7,154 | -1,02% |
| 2023 | Pertumbuhan ekspor komoditas | 18 April 2023 | 6,821 | +0,50% | 26 April 2023 | 6,821 | 0,00% |
| 2024 | Pemilu Presiden | 5 April 2024 | 7,286 | +0,45% | 16 April 2024 | 7,130 | -2,14% |
| 2025 | Konflik tarif dagang | 29 Maret 2025 | 6,510 | +0,59% | 8 April 2025 | 5,914 | -9,16% |
Sumber: Maybank Sekuritas Indonesia
Anjloknya saham tengah gejolak konflik AS–Iran yang memasuki pekan keempat dan IHSG sudah anjlok hingga 14,33% dalam sebulan terakhir.
Adapun Phintraco Sekuritas mengatakan pemerintah RI mengkaji langkah efisiensi anggaran, terutama dengan menekan belanja Kementerian dan Lembaga. Hal itu untuk menjaga disiplin fiskal sekaligus memastikan program prioritas tetap berjalan di tengah kenaikan harga minyak mentah global.
Pemerintah juga mempertimbangkan kebijakan work from home (WFH) satu hari per minggu atau opsi kerja empat hari bagi ASN dan sektor swasta demi menekan konsumsi BBM. Investor kini menunggu kejelasan arah kebijakan yang akan diambil pemerintah.
Di sisi lain, kenaikan harga LNG berpotensi memberikan keuntungan bagi Indonesia sebagai eksportir. Indonesia memasok LNG ke sejumlah negara utama seperti Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.
Lalu Phintraco Sekuritas juga menyebut gejolak harga minyak mentah dan gas mendorong bank sentral global bersiaga penuh terhadap potensi kenaikan inflasi. Pada pekan lalu, Federal Reserve, European Central Bank, Bank of England, Bank of Japan, dan Bank of Canada kompak menahan suku bunga di level masing-masing.
Federal Reserve juga masih memproyeksikan satu kali pemangkasan suku bunga sebesar 25 bps pada tahun ini. Namun, investor tidak lagi memasukkan proyeksi tersebut dalam perhitungan karena meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi.
“IHSG diperkirakan berpotensi melemah dan menguji level support di 6.800–7.000,” tulis Phintraco dalam analisisnya, Rabu (25/3).
