IHSG Ditutup Turun ke Level 7.091, Saham BBCA, BBRI dan BUMI Diburu Investor

Katadata/Fauza Syahputra
Pengunjung berada di dekat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (9/3/2026). IHSG ditutup melemah 3,27% ke 7.337 pada perdagangan awal pekan ini dengan nilai transaksi saham sebesar Rp 23,76 triliun, volume 46,63 miliar saham dan frekuensi sebanyak 2,47 juta kali.
30/3/2026, 16.46 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup turun tipis 0,08% ke 7.091 pada perdagangan saham awal pekan ini, Senin (30/3). Apabila melihat performanya, IHSG sudah merosot 15,54% dalam sebulan terakhir dan sudah anjlok 17,99% secara year to date (ytd). 

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai transaksi saham siang ini sebesar Rp 14,93 triliun. Sementara itu  volume perdagangan tercatat 14,93 miliar saham dan frekuensi sebanyak 1,66 juta kali.

Sebanyak 272 saham menguat, 403 saham terkoreksi, dan 149 saham tidak bergerak. Adapun kapitalisasi pasar IHSG hari ini sebesar Rp 12.536 triliun.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia  tentang saham teraktif hari ini, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menempati posisi puncak dengan nilai transaksi tertinggi, yakni mencapai Rp 1,55 triliun. Adapun volume perdagangan sebanyak 242,27 juta lembar saham dan ditutup di Rp 6.450.

Di posisi kedua, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatatkan nilai transaksi Rp 1,06 triliun. Emiten perbankan plat merah ini mencatatkan volume perdagangan yang lebih tinggi dibandingkan BBCA, yaitu sebanyak 317,46 juta lembar ditutup di Rp 3.360.

Selanjutnya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) muncul sebagai saham dengan volume perdagangan paling diburu, mencapai 3,28 miliar lembar saham. Tingginya volume itu mencatatkan total nilai transaksi Rp 720,69 miliar dengan harga penutupan di level Rp 226.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 521,71 miliar dengan volume sebanyak 110,81 juta lembar ditutup di harga Rp 4.700. Terakhir, dalam jajaran lima besar, ada PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang membukukan nilai transaksi senilai Rp 463,68 miliar dengan volumenya 41 juta lembar, ditutup di Rp 11.675.

Dari sebelas sektor yang ada di BEI, tujuh sektor justru terpantau di zona hijau. Sektor yang mencatat kenaikan terbesar yakni energi yang naik hingga 2,18%. Adapun saham yang berada di zona hijau yakni PT Petrosea Tbk (PTRO) naik 3,15% ke Rp 4.590.

Di sisi lain, bursa saham Asia mayoritas di zona merah. Indeks Straits Times turun 0,02%, Nikkei anjlok 2,79%, dan Hang Seng tergelincir 0,81%. Sebaliknya Shanghai Composite naik 0,24%.  

Saham top gainers:

  • PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) naik 8,86% ke Rp 11.675
  • PT Bumi Resources Tbk (BRMS) naik 7,75% ke Rp 765
  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 5,61% ke Rp 226

Saham top losers:

  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turun 5,47% ke Rp 4.750
  • PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turun 4,67% ke Rp 5.100
  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) turun 4,02% ke Rp 3.100
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila