Kata Konglomerat Anthoni Salim soal Lonjakan Laba INDF–ICBP 2025

Arief Kamaludin | Katadata
Chief Executive Officer (CEO) Indofood, Anthoni Salim.
31/3/2026, 10.44 WIB

Duo emiten milik konglomerat Anthoni Salim, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan anak usahanya PT Indofood CBP Makmur Tbk (ICBP), membukukan kinerja moncer pada Tahun Buku 2025. 

Pendapatan INDF naik hingga 7% secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp 123,49 triliun pada tahun lalu dibandingkan Rp 115,79 triliun pada 2024. Kemudian, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 24% YoY menjadi Rp 10,68 triliun dari Rp 8,64 triliun pada tahun sebelumnya.

Adapun core profit, yang mencerminkan kinerja operasional INDF naik 1% YoY menjadi Rp 11,39 triliun dari Rp 11,34 triliun. Di samping itu, laba usaha INDF juga naik 6% YoY menjadi Rp 24,57 triliun dari Rp 23,09 triliun, dengan margin laba usaha stabil di kisaran 19,9%.

Direktur Utama sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Indofood, Anthoni Salim menyampaikan, di tengah tekanan kondisi makroekonomi, perusahaan masih berada dalam posisi solid dengan mencatatkan pertumbuhan penjualan dan laba. 

Ia mengatakan, kinerja 2025 ditopang model bisnis yang terintegrasi secara vertikal. Adapun kedepannya perusahaan akan tetap berfokus pada upaya menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Tetap menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan tingkat profitabilitas, serta mempertahankan posisi neraca yang sehat,” kata Anthoni dalam keterangannya, Selasa (31/3).

Laba ICBP Melonjak 30%

Di samping itu, anak usaha INDF, ICBP, mencatatkan penjualan neto konsolidasi sebesar Rp 74,85 triliun sepanjang 2025. Torehan itu naik 3% YoY menjadi dari Rp72,60 triliun pada tahun sebelumnya.

Seiring dengan kenaikan penjualan itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 30% YoY menjadi Rp 9,22 triliun dibandingkan Rp 7,08 triliun pada 2024. Laba usaha juga naik 2% YoY menjadi Rp 16,66 triliun dari Rp 16,32 triliun, dan marjin laba usaha stabil di 22,3%.

Kendati demikian, tanpa memperhitungkan non-recurring items dan selisih kurs, core profit yang mencerminkan kinerja operasional ICBP turun 4% menjadi Rp 9,98 triliun dari Rp 10,41 triliun, terutama karena kenaikan beban bahan baku.

Anthoni mengatakan, di tengah tekanan makroekonomi, ICBP tetap mampu menunjukkan ketahanan kinerja keuangan sepanjang 2025 dan menjaga posisinya sebagai pemimpin di industri barang konsumsi. Kedepannya perusahaan akan terus meningkatkan relevansi produk lewat inovasi yang berfokus pada kebutuhan konsumen.

“Memperluas jangkauan pasar baik di Indonesia maupun luar Indonesia, serta meningkatkan keunggulan operasional kami,” kata dia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila