MD Entertainment (FILM) Berbalik Rugi Rp 315 Miliar, meski Pendapatan Naik

Istimewa
Logo MD Entertainment (ilustrasi).
Penulis: Ahmad Islamy
31/3/2026, 16.11 WIB

PT MD Entertainment Tbk (FILM) mencatatkan performa finansial yang kontras pada Tahun Buku 2025. Emiten rumah produksi film itu berbalik merugi, meski pendapatannya meningkat secara tahunan.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit dan dirilis pada Selasa (31/3), perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 496,41 miliar pada 2025, naik 8,9% secara year on year (YoY), dibandingkan Rp 455,95 miliar pada 2024.

Kenaikan pendapatan tersebut diikuti lonjakan beban pokok pendapatan yang signifikan menjadi Rp 352,35 miliar pada 2025 dari Rp 181,15 miliar pada tahun sebelumnya. Lonjakan biaya itu membuat laba bruto perusahaan turun tajam menjadi Rp 144,06 miliar, merosot sekitar 47,6% YoY. Pada 2024, laba bruto FILM tercatat mencapai Rp 274,80 miliar.

Di sisi operasional, perseroan mencatat beban usaha sebesar Rp 308,02 miliar pada 2025. Jumlah itu meningkat sekitar 48,8% dari Rp 206,97 miliar pada tahun sebelumnya.

Kenaikan beban tersebut membuat kinerja operasional FILM berbalik arah, yang mebukukan laba bersih Rp 22,09 miliar pada 2024, menjadi rugi bersih Rp 315,11 miliar pada 2025. Dengan demikian, secara tahunan kinerja keuangan bersih FILM turun signifikan sekitar Rp 337 miliar.

Direktur MD Entertainment, Priyadarshi Anand menuturkan, dari sisi neraca, total aset perseroan pada akhir 2025 tercatat sebesar Rp 3,75 triliun, turun 4,86% dibandingkan posisi aset pada akhir 2024 yang berjumlah Rp 3,94 triliun. Penurunan itu terjadi seiring penyusutan beberapa pos aset serta perubahan struktur pembiayaan perusahaan.

Sementara itu, total liabilitas turun drastis menjadi Rp 561,98 miliar pada 2025 dari Rp 1,22 triliun pada tahun sebelumnya. "Perubahan liabilitas tersebut terbesar berasal dari pos utang bank jangka Panjang yang telah dilunasi perseroan," ungkap Anand dalam penjelasannya kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dikutip Selasa (31/3).

Di sisi lain, total ekuitas meningkat menjadi Rp 3,18 triliun dari Rp 2,71 triliun pada 2024, antara lain didorong aksi penambahan modal melalui rights issue yang dilakukan perseroan pada 2025.

Secara keseluruhan, laporan keuangan menunjukkan bahwa pada 2025 FILM berhasil meningkatkan pendapatan, namun tekanan biaya produksi dan operasional yang meningkat tajam membuat profitabilitas perusahaan tergerus hingga mencatatkan rugi bersih pada akhir tahun buku tersebut.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.