Setelah Caplok SMS Development, RATU Bidik Akuisisi Hulu Migas Luar Negeri

Katadata
PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) terus menggencarkan upaya penambahan aset perseroan melalui rencana akuisisi di dalam dan luar negeri.
15/4/2026, 10.21 WIB

Emiten Hapsoro Sukmonohadi alias Happy Hapsoro, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), tengah meningkatkan upaya akuisisi aset hulu migas baru. Rencana itu juga mencakup penambahan aset di mancanegara.

Presiden Direktur Raharja Energi Cepu, Sumantri Suwarno mengatakan, saat ini perseroan sedang mengevaluasi beberapa aset migas baik di dalam maupun di luar negeri. Ia berharap RATU bisa melakukan satu atau dua perjanjian pembelian bersyarat jika memenuhi parameter investasi yang telah ditetapkan.

Tak hanya itu, ia mengatakan aksi itu juga seiring dengan upaya perusahaan memanfaatkan momentum kuatnya dukungan investor dan komitmen demi memperkuat ketahanan energi nasional. RATU akan meningkatkan upaya akuisisi seusai menerbitkan obligasi dan sukuk baru-baru ini. 

“Di sisi lain, kami juga memiliki fleksibilitas pendanaan melalui fasilitas perbankan maupun opsi penerbitan saham baru,” kata Sumantri dalam keterangannya, dikutip di Jakarta, Rabu (15/4). 

Sepanjang 2025, RATU membukukan laba bersih US$ 15,26 juta atau setara Rp 258,4 miliar pada 2025. Torehan itu naik 10% YoY dari tahun sebelumnya yang berjumlah US$ 13,87 juta.

Dari sisi ekspansi bisnis, Sumantri mengumumkan RATU berhasil memenangkan tender internasional untuk mengakuisisi 100% saham SMS Development Limited (SMSD). Perusahaan inj memiliki 20% partisipasi di Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), operator Blok Madura Strait. 

Sumantri menyebut langkah ini semakin memperkuat posisi RATU sebagai perusahaan investasi hulu migas yang agresif tumbuh melalui strategi anorganik.

Sementara itu, dari sisi pendanaan, penerbitan Obligasi I dan Sukuk Wakalah I RATU Tahun 2026 senilai Rp 800 miliar mencatatkan kelebihan permintaan atau oversubscribed mencapai 6,8 kali atau total permintaan Rp 5,46 triliun. 

Ke depan, RATU berencana terus mengoptimalkan struktur pendanaan dengan memanfaatkan kombinasi obligasi, sukuk, pinjaman perbankan, serta berbagai instrumen pasar modal lainnya.

“Demi mendukung strategi ekspansi aset yang agresif dengan tetap menerapkan manajemen risiko yang ketat,” kata Sumantri. 

Sebelumnya, Direktur RATU Adrian Hartadi mengatakan, perseroan tengah melakukan negosiasi untuk mengakuisisi satu blok migas. 

“Kami ada satu blok yang sedang dalam tahap diskusi untuk diakuisisi. Jika sudah ada kesepakatan yang tepat, kami bisa langsung melakukan akuisisi,” ujar Adrian dalam diskusi RATU Prospects and Challenges in the Future yang digelar secara virtual, Kamis (22/1).  

Adrian menjelaskan karena masih berada pada tahap negosiasi, perseroan belum dapat mengungkapkan identitas blok migas yang menjadi target akuisisi tersebut. Namun, ia memastikan bahwa jika seluruh kesepakatan telah tercapai, RATU akan segera merealisasikan aksi korporasi tersebut dan mengumumkannya kepada publik.

Selain itu, Adrian menyebutkan terdapat sekitar 20 blok migas yang saat ini masuk dalam pipeline calon akuisisi RATU. Kendati demikian, perseroan masih melakukan kajian mendalam untuk memastikan blok-blok tersebut sesuai dengan kriteria dan strategi bisnis perusahaan. 

“Oleh karena itu, sebisa mungkin kami tidak masuk ke tahap eksplorasi dan lebih fokus pada blok yang sudah berproduksi,” kata dia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila