Adu Kinerja Gurita Bisnis Grup Sinar Mas: DSSA, TKIM hingga BSIM, Siapa Perkasa?
Kinerja keuangan konglomerasi Grup Sinar Mas tercatat naik sepanjang 2025. Grup milik keluarga Widjaja tersebut terdiri dari perusahaan-perusahaan lintas sektor.
Ada sektor energi dan infrastruktur lewat PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), bisnis pulp dan pabrik kertas lewat PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) serta bisnis sektor keuangan lewat PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) dan PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM).
Lantas bagaimana kinerja keuangan bisnis-bisnis Grup Sinar Mas? Berikut ulasan singkatnya
Beda Arah Laba Bisnis Pulp dan Kertas TKIM-INKP
Sepanjang 2025, TKIM membukukan laba bersih sebesar US$ 275,80 ribu atau setara Rp 4,61 triliun (berdasarkan kurs Rp 16.720 terhadap dolar AS). Jumlah tersebut turun 7,17% dibandingkan dengan laba bersih perseroan pada 2024 sebesar US$ 297,13 juta.
Adapun penjualan neto perseroan tercatat turun tipis dari US$ 985,14 juta menjadi US$ 984,72 juta secara tahunan atau year on year (yoy). Beban pokok pendapatan perseroan ikut turun menjadi US$ 833,77 juta dari US$ 837,12 juta secara yoy.
Perseroan menjual produknya berupa perseroan berasal dari kertas budaya sebesar US$ 714,52 juta dan kertas industri dan lainnya sebesar US$ 270,19 juta. Perseroan menjual produknya ke negara Asia, Afrika, Eropa, Amerika, Timur Tengah dan lainnya.
Sementara itu, laba bersih INKP tercatat naik 6,84% menjadi US$ 453,34 juta atau Rp 7,57 triliun dari US$ 424,30 juta secara yoy. Perusahaan membukukan penjualan neto sebesar US$ 3,17 miliar, turun dari capaian 2024 sebesar US$ 3,19 miliar.
Adapun beban pokok penjualan ikut turun menjadi US$ 2,14 miliar dari US$ 2,17 miliar.
Laba Bersih DSSA Melorot 25%
Sementara itu, DSSA mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 25,41% menjadi US$ 230,53 juta atau setara Rp 3,85 triliun dari US$ 309,08 juta secara tahunan. Anjloknya laba bersih DSSA terjadi seiring dengan penurunan pendapatan perseroan dari US$ 3,01 miliar dari US$ 2,79 miliar secara yoy.
Adapaun beban pokok pendapatan perseroan juga berkurang menjadi US$ 1,84 miliar dari US$ 1,78 miliar secara yoy. Pendapatan perseroan berasal dari segmen bisnis pertambangan dan perdagangan batu bara sebesar US$ 2,48 miliar, penyediaan TV kabel, internet dan teknologi sebesar US$ 211,79 juta, perdagangan sebesar US$ 90,91 ribu, energi terbarukan sebesar US$ 316,95 ribu dan pendapatan lain-lain sebesar US$ 559,56 juta. Sementara itu, pada 2025, perseroan tidak mendapatan pendapatan dari bisnis penyediaan tenaga uap dan listrik, padahal di tahun sebelumnya pendapatan perseroan pada segmen tersebut sebesar US$ 9,73 juta.
Kinerja Sektor Keuangan Sinar Mas BSIM dan SMMA
Di sektor keuangan, BSIM membukukan membukukan laba bersih sebesar Rp 285,74 miliar pada 2025, menyusut 1,75% secara yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 290,84 miliar.
Susutnya laba besih BSIM karena pendapatan bunga bersih yang menurun 27,61% secara you dari Rp 2,70 triliun pada 2024 menjadi Rp 1,95 triliun pada akhir 2025.
Sementara itu, SMMA terpantau belum melaporkan kinerja keuangan hingga periode 31 Desember 2025 perseroan.
Daftar Kinerja Keuangan Grup Sinar Mas pada 2025
| No | Emiten | Laba 2025 | Laba 2024 | Selisih (%) | Harga saham 2 Januari 2025 (per saham) | Harga Saham 30 Desember 2025 (per saham) | Selisih (%) |
| 1. | PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) | Rp 4,61 triliun | Rp 4,79 triliun | -7,17% | Rp 6.100 | Rp 7.275 | 19,26% |
| 2. | PT Dian Swatatika Sentosa Tbk (DSSA) | Rp 3,85 triliun | 4,98 triliun | 25% | Rp 1.490 | Rp 4.040 | 171,14% |
| 3. | PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) | Rp 422,05 miliar | Rp 851,76 miliar | -50,44% | Rp 3.620 | Rp 4.180 | 15,46% |
| 4. | PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) | Rp 2,58 triliun | Rp 1,27 triliun | 103,14% | Rp 3.580 | Rp 4.770 | 33,24% |
| 5. | PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) | - | - | Rp 14.600 | Rp 14.500 | -0,006% | |
| 6. | PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) | Rp 285,74 miliar | Rp 290,84 miliar | 1,75% | Rp 820 | Rp 860 | 4,87% |
| 7. | PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) | Rp 7,57 triliun | Rp 6,84 triliun | 6,84% | Rp 6.825 | Rp 8.500 | 24,54% |
(Sumber: laporan keuangan masing-masing emiten serta data perdagangan BEI, dikutip Rabu (15/4).