Sejumlah saham di pasar modal Indonesia saat ini diperdagangkan pada harga diskon setelah mengalami tekanan cukup dalam sejak awal tahun. Hal tersebut turut menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun lebih dari 12% secara year to date.

Di tengah kondisi diskon harga saham tersebut, analis melihat momentum ini dapat dimanfaatkan investor untuk melakukan akumulasi, dengan tetap memperhatikan strategi investasi yang tepat.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama menyarankan beberapa startegi yang dapat dipertimbangkan investor utnuk membeli saham pada tahun ini.

Pertama, fokus pada saham dengan dividen tinggi. Menurut Nafan, di tengah pasar yang cenderung berfluktuasi, saham dengan dividend yield di kisaran 4% hingga 7% berpotensi menjadi pilihan utama karena memberikan pendapatan pasif yang menarik.

Kedua, menerapkan strategi value investing. Investor dapat mulai melirik saham-saham yang secara fundamental tergolong murah atau undervalued, namun masih memiliki prospek pertumbuhan ke depan.

Ketiga, melakukan diversifikasi portofolio. Ia mengingatkan investor agar tidak menempatkan seluruh dana pada satu sektor saja. Kombinasi antara saham defensif seperti perbankan dan konsumsi non-siklikal dengan saham berbasis pertumbuhan seperti pertambangan dinilai dapat membantu menjaga keseimbangan risiko.

Terakhir, investor disarankan tidak mengalokasikan seluruh dana sekaligus. “Karena IHSG masih volatil, maka lakukan pembelian secara bertahap. Kita tidak pernah tahu di mana bottom sebenarnya sampai fase itu terlewati,” ujar Nafan dalam acara Media Day, Selasa (21/4).

Di sisi lain, sejumlah emiten mulai membagikan dividen jumbo yang turut menjadi daya tarik bagi investor. Emiten Grup Astra, PT Astra International Tbk (ASII), mengumumkan rencana pembagian dividen final dari laba tahun buku 2025.

Tak hanya itu, anak usahanya PT United Tractors Tbk (UNTR) juga akan membagikan dividen signifikan. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), perseroan menyetujui penggunaan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 14,8 triliun, dengan sebagian dialokasikan sebagai dividen tunai.

Total dividen yang ditetapkan mencapai Rp 1.663 per saham atau setara maksimal Rp 5,92 triliun. Nilai tersebut sudah termasuk dividen interim sebesar Rp 567 per saham atau Rp 2,06 triliun yang telah dibayarkan pada 24 Oktober 2025.

Saham IDX80 dengan Dividen Yield yang Menarik

NoEmiten Kode SahamEstimasi Yield (%)Keterangan 
1.PT Indo Tambangraya Megah TbkITMG13 - 15%Raja dividen. Payout ratio selalu royal
2.PT Bukit Asam TbkPTBA10,5 - 12%BUMN yang paling setia membagikan laba jumbo
3.PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur TbkBJTM7,8 - 8,5%Favorit untuk stabilitas. Harga saham jarang lari, tapi dividen pasti
4.PT Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banteng TbkBJBR7,5 - 8,2%Mirip BJTM, cocok untuk koleksi jangka panjang
5.PT Alamtri Resources Indonesia TbkADRO7 - 9%Yield tetap tinggi meski mereka sedang banyak investasi di Green Energy
6.PT Astra International TbkASII5,5 - 6,4%Yield tetap menarik meski ada sentimen penalti hukum dan isu EV
7.PT United Tractors TbkUNTR5 - 6,2%Tertolong lonjakan harga emas dunia yang menjaga laba bersih 
8.PT Bank Rakyat Indonesia TbkBBRI4,6 - 5,2%Dividen interim + final menjadikannya sangat menarik untuk institusi
9.PT Telkom Indonesia TbkTLKM4 - 4,8%Saham defensif yang dividennya sangat terukur dan stabil
10.PT Bank Mandiri TbkBMRI3,8 - 4,5%Efisiensi tinggi membuat laba naik, dividen pun ikut terdongkrak.
     

(Sumber: data Mirae Asset Sekuritas)

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri