OJK Siapkan Diskusi Lanjutan usai MSCI Rilis Pengumuman Baru, Apa Bahasannya?

ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/wsj.
Pjs Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik (tengah), bersama Deputi Komisioner Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK Eddy Manindo Harahap (kiri), dan Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Samsul Hidayat (kanan) menyampaikan paparan saat Sosialisasi Capaian Reformasi Transparansi Pasar Modal Indonesia di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (2/4/2026). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) mensosialisasikan empat pro
Penulis: Karunia Putri
27/4/2026, 13.07 WIB

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah bertemu dengan pimpinan pengelola indeks global MSCI beserta para analisnya. Pertemuan tersebut berlangsung sebelum MSCI mengumumkan kembali menahan rebalancing indeks saham Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyatakan diskusi berjalan positif dan konstruktif. Ia menilai MSCI memberikan pengakuan atas berbagai kemajuan reformasi yang telah dilakukan otoritas pasar modal Indonesia.

Usai pertemuan tersebut, barulah MSCI mengumumkan hasil evaluasinya terhadap pasar modal RI, salah satunya kembali menangguhkan rebalancing saham RI periode Mei.

“Mereka menyampaikan acknowledgement atau pengakuan atas berbagai progres dan capaian dari agenda-agenda utama awal reformasi integritas di pasar modal kita. Tentu yang dalam hal ini terkait langsung dengan catatan dan ekspektasi dari Indeks Provider Global, termasuk MSCI,” ujar Hasan saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (27/4).

Otoritas bursa telah menuntaskan empat proposal utama reformasi pasar modal. Reformasi tersebut meliputi peningkatan transparansi kepemilikan saham di atas 1%, pembukaan data saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholders concentration (HSC), perluasan klasifikasi tipe investor dari sembilan menjadi 39 kategori, serta peningkatan batas minimal free float dari 7,5% menjadi 15%.

Hasan menyampaikan, ke depan, OJK bersama MSCI akan melanjutkan pembahasan teknis secara berkala. Diskusi ini bertujuan mempermudah pemahaman indeks provider global terhadap data yang telah disajikan, termasuk proses rekonsiliasi dan pengolahan data agar dapat digunakan dalam perhitungan indeks pada periode berikutnya.

Hasan juga mengingatkan pada 12 Mei mendatang MSCI akan kembali melakukan evaluasi indeks sesuai siklus rutin triwulanan. Evaluasi tersebut mencakup rebalancing dan perhitungan indeks, yang berlaku secara global, tidak hanya untuk pasar Indonesia. Namun saham Indonesia tidak akan diberlakukan rebalancing.

Selain itu, pada Juni 2026, MSCI juga akan melakukan peninjauan klasifikasi pasar. OJK berharap Indonesia tetap dipertahankan dalam kategori emerging market, sejalan dengan kondisi dan perkembangan pasar saat ini.

Kendati demikian, Hasan mengakui peningkatan transparansi berpotensi menimbulkan dampak jangka pendek, seperti perubahan komposisi bobot maupun konstituen saham dalam indeks MSCI maupun FTSE Russell. Namun, ia menilai pasar telah lebih dulu mengantisipasi potensi tersebut.

“Ini baik, artinya kami mengkonfirmasi bahwa informasi early warning yang kita hadirkan itu rupanya sudah ditangkap dengan baik oleh investor.,” ujarnya.

Ia menyatakan, OJK akan terus mendorong transparansi informasi secara merata melalui kanal resmi Bursa Efek Indonesia, sehingga seluruh pelaku pasar menerima informasi yang sama secara bersamaan. Dengan demikian, investor dapat mengambil keputusan sesuai profil risiko masing-masing.

Besok, Selasa (28/4), OJK juga akan memulai dialog dengan investor regional dan global. Forum tersebut difasilitasi oleh World Bank dan International Finance Corporation melalui pembentukan investor advisory group.

Pertemuan perdana akan digelar secara virtual dan dihadiri oleh berbagai investor global serta perwakilan indeks provider, termasuk MSCI. Melalui forum ini, OJK berharap dapat memperoleh masukan atas capaian reformasi yang telah dilakukan, sekaligus mengidentifikasi langkah tambahan yang diperlukan.

“Prinsipnya, kami akan terus mendorong peningkatan integritas pasar modal agar kepercayaan investor, baik domestik maupun global, semakin kuat. Harapannya, pasar modal Indonesia semakin dipercaya dan menjadi tujuan investasi yang menarik,” kata Hasan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri