MDKA Bakal Private Placement 2,44 Miliar Saham, Berpotensi Raup Rp 7,58 T
Emiten tambang terafiliasi Garibaldi Thohir, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berencana menggelar penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) IV atau private placement sebanyak 2,44 miliar saham baru. Total dana yang dihimpun dari aksi ini berpotensi mencapai US$ 436,8 juta atau sekitar Rp 7,58 triliun.
Potensi dana tersebut dihitung dengan asumsi harga penutupan saham MDKA per 5 Mei 2026 sebesar Rp 3.100 dan kurs tengah Bank Indonesia Rp 17.368 per dolar AS,
Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, manajemen menjelaskan bahwa aksi ini dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan agar memiliki kesempatan untuk melakukan ekspansi lainnya. Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk merealisasikan rencana ini pada 11 Juni 2026.
Manajemen menyebut, saham baru akan diterbitkan dengan nilai nominal Rp 20 per saham. Sementara harga pelaksanaan ditetapkan paling sedikit 90% dari rata-rata harga penutupan saham perseroan selama 25 hari bursa berturut-turut di pasar reguler sebelum tanggal permohonan pencatatan saham baru.
Penggunaan Danadan Potensi Delusi
Dana hasil private placement akan digunakan untuk mendukung pengembangan usaha perseroan dan grup. Sebanyak 30% dana akan dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja MDKA dan entitas anak.
Sementara sisanya akan digunakan untuk pengembangan usaha, baik dalam bentuk belanja modal, pembelian saham, akuisisi aset maupun penyertaan saham pada satu atau lebih perusahaan yang sejalan dengan kegiatan usaha perseroan.
MDKA menargetkan pelaksanaan PMTHMETD IV dapat diselesaikan dalam waktu maksimal dua tahun sejak memperoleh persetujuan pemegang saham.
Manajemen menjelaskan, apabila pemegang saham tidak mengikuti aksi ini,maka sahamnya bakal terdilusi maksimal sebesar 9,09%.
Dengan menerbitkan 2,44 saham baru maka struktur permodalan dan kepemilikan saham di MDKA akan berubah. Misalnya kepemilikan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) diperkirakan turun dari 19,36% menjadi 17,60%.
Sementara porsi kepemilikan Garibaldi Thohir akan terdilusi dari 7,46% menjadi 6,78%.
Di sisi lain, perseroan menilai aksi korporasi ini akan memperkuat kondisi keuangan dan meningkatkan fleksibilitas pendanaan untuk mendukung pertumbuhan bisnis.
Kenaikan ekuitas tersebut diproyeksikan memperbaiki rasio utang terhadap ekuitas (DER) dari 1 kali menjadi 0,8 kali. Manajemen pun menilai penerbitan saham baru juga berpotensi meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan di pasar.