IHSG Dibuka Rontok 1,33% usai Rilis MSCI, Saham CUAN, ANTM dan BUMI Ramai Dijual

Katadata / nur hana nabila
IHSG Rabu (13/5)
13/5/2026, 09.18 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka anjlok pada perdagangan Rabu (13/5) pagi. Pada pukul 09.00 WIB IHSG babak belur 1,33% atau 91,03 poin ke level 6.767,87. 

Volume transaksi tercatat mencapai 520 juta saham dan nilai transaksi sebesar Rp 290,312 miliar. Adapun saham dengan frekuensi perdagangan tertinggi pada pagi ini di antaranya PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Pelemahan terjadi setelah MSCI Inc mengumumkan hasil rebalancing indeks saham yang berlaku efektif mulai 1 Juni 2026. Dalam pengumuman itu MSCI mengeluarkan 5 saham dari Global Standard Index dan 13 saham dari Small Cap Index.

Pada perdagangan Selasa (13/5) dditutup melemah 46,72 poin atau 0,68% ke level 6.858,9. Sementara, indeks LQ45 justru menguat tipis 0,18% ke posisi 669,84.

Analis Panin Sekuritas Elandry Pratama menilai, pengumuman tersebut akan direspons negatif oleh pasar.

“Apalagi yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard merupakan saham-saham dengan kapitalisasi besar dan selama ini menjadi target utama dana asing pasif,” ujar Elandry kepada Katadata, Rabu (13/5).

Menurut dia, keluarnya PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) hingga PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) berpotensi memicu forced selling dari fund manager global yang menjadikan MSCI sebagai acuan investasi.

Tekanan jual diperkirakan akan terasa pada saham-saham terkait hingga menjelang tanggal efektif implementasi perubahan indeks pada 1 Juni 2026.

Elandry menilai keputusan MSCI juga memperkuat persepsi bahwa bobot Indonesia di MSCI Emerging Markets terus menyusut. Kondisi ini dinilai bukan hanya memicu arus keluar jangka pendek, tetapi juga dapat menurunkan visibilitas pasar modal Indonesia di mata investor global.

Dalam beberapa tahun terakhir, investor asing dinilai semakin selektif terhadap pasar negara berkembang, terutama yang mengalami penurunan likuiditas dan dinilai memiliki persoalan tata kelola.

Dia menilai, secara kasar, potensi dana asing yang keluar diperkirakan dapat mencapai ratusan juta dolar AS secara bertahap, terutama dari passive funds dan exchange traded funds (ETF) yang wajib menyesuaikan portofolio mengikuti komposisi MSCI. Kendati demikian, Elandry melihat kondisi ini dapat membuka peluang rebound teknikal setelah tekanan forced selling mereda.

“Setelah tekanan jual teknikal selesai, saham-saham yang fundamentalnya masih solid berpotensi mengalami rebound,” kata dia.

Ia memperkirakan dalam jangka pendek pasar akan bergerak defensif dan volatil. Investor pun disarankan lebih selektif memilih saham yang likuid, memiliki fundamental kuat, valuasi menarik, serta minim risiko outflow lanjutan.

Senada, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi menguji level 6.700. Ia menyebut sentimen rebalancing MSCI yjuga terjadi menjelang libur panjang.

"Pengumuman rebalancing indeks MSCI Mei 2026, ternyata lebih banyak saham yang dikeluarkan dari perkiraan pasar sebelumnya," tulis Phintraco dalam keterangan tertulis.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila