Dasco Sambangi BEI saat IHSG Merah: Kita Akan Melihat Hasilnya Setelah 29 Mei
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sufmi Dasco Ahmad bersama jajaran pejabat Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara menyambangi Gedung Bursa Efek Indonesia pada Selasa (19/5) siang. Dasco datang bersama Chief Executive Officer Danantara Rosan Roeslani dan Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria.
Kedatangan Dasco disambut Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi dan Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna. Dasco mengatakan, kedatangannya sebagai bentuk dukungan kepada pasar modal Indonesia RI yang tengah bergejolak.
“Mudah-mudahan kita akan melihat hasilnya setelah tanggal 29 (Mei) ini, semua dilakukan atas kerja keras dan niat baik ini akan mendapatkan hasil,” kata Dasco ketika ditemui di Gedung BEI, Selasa (19/5).
Tangal 29 yang disampaikan Dasco merujuk pada waktu berlakunya rebalancing indeks terbaru yang telah dirilis lembaga global MSCI Inc. Salah satu pemicu penurunan IHSG dalam beberapa waktu terakhir adalah keputusan MSCI Inc yang memperbaharui indeks saham RI.
Dalam rilis terbaru MSCI mendepak 18 saham Indonesia dari indeks dan selanjutnya menangguhkan untuk memasukkan saham baru. Rebalancing MSCI tersebut akan berlaku sejak 29 Mei dan efektif pada Juni 2026.
Pada kesempatan itu Dasco juga berterima kasih atas kerja keras dari direksi BEI serta OJK untuk meningkatkan kualitas pasar modal Indonesia setelah gonjang ganjing yang terjadi akhir Januari lalu. Dia juga menyoroti kenaikan investor ritel pasar modal Indonesia yang kini mencapai angka 2,7 juta investor. Ia juga meyakini investor ritel domestik akan semakin bertambah ke depannya dan semakin mempercayai pasar modal Indonesia.
Tatkala Dasco datang ke bursa siang ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hampir 3%. Berdasarkan data perdagangan BEI pukul 11.30 WIB, IHSG turun 2,60% ke Rp 6.427. Angka itu terus merosot pada 11.57 WIB, IHSG jeblok 3,15% ke Rp 6.390.
Sektor industri dasar menjadi sektor yang paling dalam terkoreksi, yakni 7,28%. Salah satu saham yang mengalami koreksi dalam adalah PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang anjlok 14,75% ke Rp 3.120.