IHSG Diramal Mulai Konsolidasi, Saham AMRT, ANTM hingga AKRA Jadi Rekomendasi

Katadata/Fauza Syahputra
Layar digital yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/5/2026). IHSG turun 1,85% atau 124,08 poin ke Rp 6.599 pada penutupan perdagangan dengan volume transaksi perdagangan sepanjang hari ini mencapai 31,99 miliar saham dan frekuensi sebanyak 2,57 juta kali.
Penulis: Karunia Putri
25/5/2026, 06.23 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal akan bergerak konsolidasi pada perdagangan hari ini, Senin (25/5). Seiring dengan itu analis merekomendasikan saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) hingga PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).

Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan IHSG mengalami rebound dan membentuk pola candle hammer setelah sempat menyentuh level 5.967 pada perdagangan Jumat (23/5). Kondisi tersebut dinilai memberi sinyal potensi rebound lanjutan untuk menguji level resistance terdekat di 6.459.

Namun,Ivan mengingatkan potensi tren penurunan masih terbuka apabila IHSG gagal menembus level tersebut. Adapun level support IHSG berada di level 5.911, 5.673 dan 5.439 sementara level resistance di level 6.459, 6.587, 6.787 dan 7.001.

“Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish,” tulis Ivan dalam keterangannya dikutip Senin (25/5).

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.

MACD adalah alat analis teknikal yang digunakan untuk melihat tren dan kekuatan momentum pergerakan saham.

Seiring dengan itu, Ivan merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan hari ini, di antaranya PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT United Tractors Tbk (UNTR).

Sementara itu, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai IHSG saat ini berada dalam kondisi extremely oversold berdasarkan indikator RSI. Menurut Nafan, peluang technical rebound mulai terbuka setelah IHSG berhasil menguji target wave 5/A alt dan membentuk pola bullish pin bar kemarin. 

Rebound diperkirakan terutama terjadi pada saham-saham kapitalisasi besar yang telah terkoreksi cukup dalam. Ia menilai sektor energi dan komoditas masih berpotensi kuat seiring tingginya harga energi global.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah masih berada dalam tekanan setelah melemah 0,28% ke level Rp 17.717 per dolar AS, meski Bank Indonesia sebelumnya telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin.

Investor juga masih cenderung wait and see untuk melihat efektivitas langkah intervensi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah.

Selain itu, pasar turut mencermati perkembangan proyek industri dan arah kebijakan Danantara, khususnya terkait rencana sentralisasi ekspor komoditas melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia.

Nafan merekomendasikan saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dengan target harga ke Rp 1.395, 1.435 dan 1.490, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dengan target harga ke Rp 1.325, 1.375 dan 1.515 dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan target harga ke Rp 5.825, 6.600 dan 4.460.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri