Karyawan Google Didakwa Insider Trading, Raup Keuntungan Rp 21,35 Miliar
Seorang karyawan Google didakwa melakukan perdagangan orang dalam atau insider trading. Hal ini setelah diduga memanfaatkan data pencarian rahasia perusahaan untuk meraup keuntungan lebih dari US$ 1,2 juta atau Rp 21,35 miliar (kurs Rp 17.789 per dolar AS) melalui platform pasar prediksi Polymarket.
Jaksa federal Amerika Serikat mengungkap dakwaan tersebut dalam dokumen pengadilan yang dibuka di New York pekan ini. Terdakwa diidentifikasi sebagai Michele Spagnuolo (36 tahun), warga negara Italia yang tinggal di Swiss dan bekerja sebagai insinyur perangkat lunak Google sejak 2014.
Menurut pengaduan, Spagnuolo menggunakan akun daring bernama AlphaRaccoon untuk memasang taruhan di Polymarket berdasarkan data internal Year in Search Google 2025 sebelum informasi itu dipublikasikan ke publik. Jaksa menilai tindakan tersebut sebagai bentuk penyalahgunaan informasi rahasia perusahaan demi keuntungan pribadi.
“Tuduhan minggu ini memperkuat pesan yang sudah ada selama puluhan tahun, orang dalam perusahaan tidak boleh menggunakan informasi bisnis rahasia untuk menghasilkan keuntungan di pasar kita,” kata Jaksa AS untuk Distrik Selatan New York, Jay Clayton dikutip dari AP News, Kamis (28/5).
Ia menambahkan, perdagangan orang dalam membahayakan integritas pasar. Selain itu rakyat Amerika ingin perilaku yang didorong oleh keserakahan ini diselidiki dan dituntut.
Dalam dokumen pengadilan disebutkan, Spagnuolo mulai melakukan perdagangan di Polymarket sejak Oktober hingga Desember pada 2025. Hal ini seiring berkembangnya data pencarian internal Google.
Salah satu taruhan awalnya adalah bahwa rapper Kendrick Lamar akan menjadi tokoh paling banyak dicari di Google sepanjang tahun lalu. Terutama setelah tampil sebagai pengisi acara paruh waktu Super Bowl 2025.
Namun ketika data internal Google menunjukkan bahwa penyanyi alt-pop D4vd justru memimpin tren pencarian, Spagnuolo disebut segera mengubah posisinya dengan memasang taruhan baru yang lebih menguntungkan.
Selain itu, ia juga disebut melakukan serangkaian taruhan ya atau tidak terkait nama-nama publik yang diperkirakan masuk atau tidak masuk daftar tren pencarian Google 2025. Begitu data resmi Year in Search dipublikasikan pada 4 Desember, akun AlphaRaccoon dilaporkan langsung memperoleh keuntungan besar dari taruhan tersebut.
Penyelidikan FBI kemudian melacak aliran pembayaran mata uang kripto yang akhirnya mengarah pada Spagnuolo. Kasus ini menjadi sorotan karena menunjukkan bagaimana data internal perusahaan teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperoleh keuntungan finansial di platform Prediction Market yang semakin populer.