IHSG Diramal Menguat, Analis Jagokan ANTM, BBNI hingga TINS

ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin
IHSG
Penulis: Karunia Putri
10/6/2026, 06.19 WIB

IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan diramal menguat pada perdagangan Rabu (10/6). Seiring dengan itu, analis merekomendasikan saham  PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) hingga PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) PT Timah Tbk (TINS). 

Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova menilai IHSG berpeluang melanjutkan kenaikan setelah mendekati target proyeksi Fibonacci ideal di level 5.314 pada perdagangan sebelumnya. Indeks berpotensi membentuk pola wave iv dengan peluang menguji area 6.143 hingga 6.264, asalkan mampu menembus level resistensi terdekat di 5.964.

“Indikator MACD menunjukkan adanya momentum netral,” kata Ivan dalam keterangan dikutip Rabu (10/6). MACD adalah alat analis teknikal yang digunakan untuk melihat tren dan kekuatan momentum pergerakan saham.

Ia memproyeksikan level support IHSG berada di level 5.314, 5.052 dan 4.858, sementara level resistance di level 5.964, 6.264 dan 6.459.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.

Untuk perdagangan hari ini, Ivan merekomendasikan saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dengan target harga ke Rp 1.450 serta PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan target harga ke Rp 3.230.

Lalu PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan target harga ke Rp 3.000, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan target harga ke level 4.080 dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dengan target harga ke Rp 2.000.

Sementara itu, Phintraco Sekuritas memberikan rekomendasi saham-saham antara lain, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Timah Tbk (TINS).

Phintraco Sekuritas menilai, dari sisi sentimen domestik, pasar memantau kebijakan Bank Indonesia (BI), termasuk menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) 25 basis poin atau 0,25% pada Selasa (9/6), untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Selain menaikkan BI Rate, BI menaikkan struktur bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk seluruh tenor 6, 9, dan 12 bulan. BI turut memberikan insentif berupa penurunan biaya hedging swap bagi investor asing sebesar 10%, membuka kembali lelang instrumen repo untuk tenor 3, 6, 9, dan 12 bulan bagi perbankan, serta meningkatkan intensitas operasi moneter rupiah dan valuta asing.

Sentimen positif lainnya datang dari langkah DPR yang berkoordinasi dengan sejumlah institusi, seperti Danantara, BPJS Ketenagakerjaan, PT Taspen, serta bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk merespons dinamika pasar modal.

Salah satu opsi yang tengah dibahas adalah rencana pembelian kembali saham (buyback) bank-bank BUMN yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Selain itu, menurut Phintraco Sekuritas, secara teknikal IHSG menunjukkan sinyal perbaikan. Pada perdagangan sebelumnya indeks ditutup di atas level rata-rata pergerakan lima hari (MA5) sekaligus menutup gap up yang terbentuk sehari sebelumnya.

Indikator Stochastic RSI juga membentuk pola golden cross di area oversold.   “IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran 5.600-5.850,” tulis Phintraco Sekuritas dalam keterangan tertulis.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri