Dual Listing IPO Merdeka Gold (EMAS) di Hong Kong Oversubscribe 11 Kali
Penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) di Bursa Hong Kong telah mencatatkan kelebihan permintaan atau oversubscribe hingga 11 kali.
Berdasarkan pemberitaan finance mingpao Hong Kong, minat investor terutama datang dari investor jangka panjang dan perusahaan asuransi, khususnya lembaga keuangan asal Cina. Sementara itu, alokasi saham untuk hedge fund dilaporkan relatif terbatas.
“Hasil alokasi akhir masih perlu dikonfirmasi setelah book-building selesai,” dikutip finance mingpao Hong Kong, Kamis (25/6).
Penulis Katadata telah meminta konfirmasi kepada PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS). Namun belum merespons hingga berita ini ditayangkan.
Emiten tambang emas yang terafiliasi dengan Grup Saratoga dan Garibaldi "Boy" Thohir itu dijadwalkan mencatatkan sahamnya di Bursa Hong Kong pada Jumat (26/6). Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan telah menetapkan harga penawaran sebesar HKD26,60 per HDR pada 24 Juni 2026.
Manajemen Merdeka Gold memperkirakan perdagangan Hong Kong Depositary Receipts (HDR) di papan utama Hong Kong Exchanges and Clearing (HKEX) akan mulai berlangsung pada pukul 09.00 waktu Hong Kong pada Jumat (26/6), setelah penawaran global dinyatakan efektif dan tanpa syarat.
Dalam perdagangan nanti, HDR akan diperdagangkan dalam satuan board lot yang masing-masing terdiri atas 100 HDR. Harga penawaran tersebut belum termasuk biaya pialang, pungutan transaksi, biaya perdagangan bursa, dan pungutan regulator yang berlaku di Hong Kong.
Gaet Glencore hingga Ping An Lewat Diskon Dual Listing di HKEX
Sebelumnya perusahaan mengumumkan telah memperoleh dukungan dari sejumlah raksasa investor global untuk rencana pencatatan sahamnya atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Hong Kong (HKEX).
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Hong Kong, anak usaha PT Merdeka Gold Resources Tbk (MDKA) itu telah menunjuk The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited sebagai overall coordinator tambahan untuk IPO di pasar mancanegara tersebut.
Sebelumnya, EMAS lebih dulu menunjuk UBS AG Hong Kong Branch, CLSA Limited, dan Morgan Stanley Asia Limited untuk peran yang sama. Sementara Bloomberg melaporkan, EMAS berencana melaksanakan IPO di Hong Kong pada Juni dengan proyeksi dana segar yang diraup mencapai hingga US$ 500 juta atau sekitar Rp 8,94 triliun (asumsi kurs Rp 17.888 per dolar AS).
Salam penawaran IPO, EMAS mendapatkan komitmen dari sejumlah investor utama atau cornerstone investors yang terdiri dari pelaku industri strategis dan investor keuangan global. Dari kelompok industri, investor yang berpartisipasi antara lain Wanguo Gold Group, CNGR (Hong Kong Material Science & Technology), Mercuria Holdings (Singapore), Trafigura, Glencore International, hingga Intera Mining Investment yang merupakan anak usaha milik penuh JCHX Mining Management.
Sementara itu, dari kalangan investor keuangan, Ping An of China Asset Management (Hong Kong), GF Fund Management, Eurus Holdings SPC yang berafiliasi dengan ORIX, Dymon Asia Multi-Strategy Investment Master Fund, dan Wind Sabre Fund SPC juga masuk ke dalam jajaran investor.
Adapun EMAS telah memulai proses bookbuilding kepada investor institusi internasional pada hari ini, Rabu (17/6) hingga Selasa (23/6) kemarin. Menjelang dimulainya masa pemasaran, sejumlah cornerstone investor berkomitmen menyerap 49,9% dari jumlah saham yang ditawarkan atau mencapai batas maksimum yang diperbolehkan berdasarkan ketentuan pencatatan di HKEX. Penawaran global itu setara dengan sekitar 7% dari modal ditempatkan EMAS setelah memperhitungkan pelaksanaan opsi greenshoe.
Seluruh saham yang dilepas dalam transaksi tersebut merupakan saham sekunder milik pemegang saham minoritas. Induk usahanya, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebagai pemegang saham pengendali tidak akan melepas sahamnya dalam transaksi tersebut dan tetap mempertahankan seluruh kepemilikannya di anak usaha.