IHSG Berbalik Arah Naik ke 5.916, Saham YUPI, BUVA, MINA Masuk Top Gainers

Katadata/Fauza Syahputra
Pekerja melihat layar digital yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (9/1/2026).
Penulis: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy
6/7/2026, 16.51 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup menguat 0,69% atau 40,29 poin ke 5.916 pada penutupan perdagangan Senin (6/7). Level tersebut membalikkan posisi indeks yang sempat terkoreksi 0,18% pada penutupan sesi I perdagangan siang tadi.

Merujuk data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), volume transaksi perdagangan sepanjang hari ini mencapai 19,5 miliar saham dan frekuensi sebanyak 1,61 juta kali.

Sebanyak 386 saham menguat, 242 saham melemah, dan 155 saham tak bergerak. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp 10.378 triliun dengan total nilai transaksi harian sebesar Rp 9,2 triliun. 

Sembilan dari sebelas sektor yang ada di BEI parkir di zona hijau. Saham bank-bank jumbo pun terpantau ceria hari ini. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 1,24% ke Rp 6.125; PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat 2,95% ke Rp 2.790; PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 0,50% ke Rp 4.030, dan; PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) terangkat 0,92% ke Rp 3.280.

Berdasarkan banyaknya nilai perdagangan, BBCA paling banyak diburu senilai Rp 906,80 miliar. Disusul oleh BBRI yang diperdagangkan sebesar Rp 702,85 miliar dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp 632 miliar. 

Daftar top gainers hari ini: 

- PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) naik 24,9% ke level 1.530.

- PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) naik 13,73% ke level 870.

- PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) naik 9,92% ke level 288.

Daftar top losers hari ini:

- PT Indosat Tbk (ISAT) turun 5,04% ke level 1.885.

- PT Link Net Tbk (LINK) turun 4,93% ke level 1.445.

- PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) turun 4,38% ke level 9.350.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri