Dua konglomerat RI, Prajogo Pangestu dan Boy Thohir pasang badan di right issue atau hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) emiten PT Singaraja Putra Tbk (SINI). Perusahaan batu bara milik Happy Hapsoro itu berencana rights issue maksimal Rp 3,60 triliun. 

Dalam rencana aksinya, manajemen SINI menyatakan akan menerbitkan sebanyak 721,5 juta saham baru. Adapun harga pelaksanaan diperkirakan akan dieksekusi di harga Rp 5.000 per saham.

Prajogo Pangestu melalui anak usahanya PT Petrosea Tbk (PTRO) menjadi pihak yang mengambil porsi terbesar. Sementara perusahaan yang terafiliasi dengan Boy Thohir juga ikut menyerap aksi rights issue itu.

Berdasarkan prospektus perusahaan, PTRO ditunjuk sebagai pembeli siaga atau standby buyer. Lalu  PT Henan Putihrai Sekuritas (HPS) dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) bertindak sebagai pembeli siaga lainnya. 

Adapun pemegang saham utama PT Autum Prima Indonesia (API), yang menguasai 30% saham SINI, hanya akan melaksanakan 60 juta HMETD dengan nilai pelaksanaan sekitar Rp 300 miliar. 

Sementara itu, API mengalihkan 8,20 juta HMETD senilai Rp 41,02 miliar kepada PT Deli Indonesia Raya (DIR), sebanyak 48,5 juta HMETD senilai Rp 242,5 miliar kepada HPS, hingga 39,5 juta HMETD senilai Rp 197,5 miliar kepada TRIM.

Pemegang saham lainnya, Batubara Development Pte. Ltd. (BBD), memilih tidak menggunakan seluruh haknya dan mengalihkan 90 juta HMETD senilai Rp 450 miliar kepada Ever Grace International Trading Limited serta 21,795 juta HMETD senilai Rp 108,98 miliar kepada DIR. Di sisi lain, Happy Hapsoro juga tidak melaksanakan HMETD miliknya dan mengalihkan seluruh 9 juta HMETD senilai Rp 45 miliar kepada TRIM.

Selain itu, PT Kreasi Jasa Persada (KJP) yang kini memiliki 19,74% saham SINI, mengalihkan seluruh haknya sebanyak 142,41 juta HMETD senilai Rp 712,05 miliar kepada PT Petrosea Tbk (PTRO). 

Tak hanya itu, PTRO juga berkomitmen membeli sisa saham baru yang tidak terserap dalam rights issue hingga maksimal 116,18 juta saham atau senilai Rp 580,9 miliar. Dengan demikian, total komitmen PTRO dalam aksi korporasi ini mencapai sebanyak 260,41 juta saham baru dengan nilai pelaksanaan sekitar Rp 1,3 triliun.

Sementara itu, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) akan melaksanakan seluruh HMETD yang dialihkan oleh PT Autum Prima Indonesia (API) dan Hapsoro. Selain itu, TRIM juga siap bertindak sebagai pembeli siaga dengan menyerap hingga 20,996 juta saham baru senilai Rp 104,98 miliar. TRIM berpotensi memperoleh hingga 69,496 juta saham baru.

PT Henan Putihrai Sekuritas (HPS) akan melaksanakan HMETD hasil pengalihan dari API dan siap membeli sisa saham baru hingga 20,996 juta saham senilai Rp 104,98 miliar sebagai pembeli siaga. Dengan skema tersebut, HPS berpotensi memperoleh hingga 69,496 juta saham baru dalam rights issue SINI.

“Pemegang saham lama yang tidak melaksanakan haknya untuk membeli saham baru, akan mengalami penurunan persentase kepemilikan sahamnya (dilusi) dalam jumlah yang cukup material maksimum 60%,” tulis prospektus SINI, dikutip Sellasa (14/7). 

Seluruh dana hasil rights issue, SINI berencana mengalokasikan sebagian besar dana itu untuk memperkuat struktur bisnis dan keuangan. Dari target dana maksimal Rp 3,61 triliun, sekitar Rp 1,51 triliun akan digunakan untuk mengakuisisi 99,995% saham PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) yang saat ini dimiliki PT Petrosea Tbk (PTRO).

Selain itu, R p900 miliar akan dialokasikan untuk mempercepat pelunasan pokok utang kepada kreditur. Perseroan juga akan menyalurkan Rp 1,18 triliun dalam bentuk pinjaman kepada dua entitas anak, yakni PKP dan PBP, demi mendukung kebutuhan pendanaan operasional dan pengembangan usaha.

Sementara itu, sisa dana sekitar Rp 10 miliar akan digunakan sebagai modal kerja, antara lain untuk perbaikan dan pemeliharaan gedung, pembayaran gaji karyawan, biaya jasa profesional, promosi, pajak, biaya administrasi, dan biaya keuangan.



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila