Kinerja emiten bergengsi penghuni indeks LQ45 menunjukkan hasil yang beragam pada semester pertama 2026. Sejumlah perusahaan mencatatkan pertumbuhan laba dan pendapatan, sementara sebagian lainnya menunjukkan laba yang tertekan. Ada pula yang justru membukukan lonjakan laba di tengah perlambatan pendapatan.

Indeks LQ45 merupakan kumpulan 45 saham dengan likuiditas dan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham-saham yang masuk ke dalam indeks ini dipilih berdasarkan tingginya frekuensi dan nilai transaksi, sehingga kerap menjadi acuan investor dalam berinvestasi di pasar saham.

Kendati demikian, kinerja harga saham tidak selalu mencerminkan kondisi fundamental perusahaan. Investor juga perlu mencermati laporan keuangan untuk melihat kemampuan emiten dalam menghasilkan pendapatan dan laba.

Katadata menghimpun kinerja keuangan semester pertama 2026 sejumlah emiten anggota LQ45 dari berbagai sektor, mulai dari perbankan, energi, infrastruktur, industri dasar, teknologi hingga barang konsumsi.

Dalam penyusunan data ini, laporan keuangan emiten yang menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat telah dikonversi menggunakan kurs Rp 17.899 per dolar AS agar lebih mudah dibandingkan. Khusus emiten perbankan, komponen pendapatan mengacu pada pendapatan bunga dan pendapatan syariah, sedangkan sektor lainnya menggunakan pendapatan usaha.

Jika menilik kinerja perusahaan berdasarkan sektornya, sektor barang konsumen mayoritas membukukan pertumbuhan pendapatan. Misalnya PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) mencatat kenaikan laba hampir dua kali lipat menjadi Rp 3,7 triliun. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) juga membukukan pertumbuhan laba 37,77%. Namun, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) justru mencatatkan penurunan laba 19,03%, namun pendapatan perseroan naik 9,49%.

Sementara itu, sektor teknologi memperlihatkan kontras. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membalikkan rugi menjadi laba pada semester ini secara tahunan menjadi Rp 607,49 miliar, sebaliknya, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) justru berbalik rugi jadi Rp 320,6 miliar dari laba sebelumnya. 

Di sektor infrastruktur, kinerja emiten telekomunikasi relatif stabil. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) masih mencatatkan laba Rp 10,62 triliun dengan pertumbuhan pendapatan hampir 4%, sedangkan PT Indosat Tbk (ISAT) membukukan kenaikan laba 84,54%. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) juga mencatatkan pertumbuhan laba 15,47% dan pendapatan 14,75%.

Namun secara umum, sektor keuangan masih menjadi sektor yang membukukan laba terbesar dan pendapatan terbesar. Berdasarkan laporan keuangan semester pertama 2026, berikut perbandingan pendapatan dan laba sejumlah emiten anggota LQ45.

Nama PerusahaanKode TickerSektorLaba 1H26Selisih YoyPendapatan 1H26Selisih Yoy
PT Bank Central Asia TbkBBCAKeuanganRp 29,53 triliun 1,79%Rp 49,76 triliun 0,91% 
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk BBRIKeuangan----
PT Bank Mandiri Tbk BMRIKeuanganRp 30,41 triliun24,37%Rp 72,89 triliun-10,64%
PT Alamtri Resources Indonesia TbkADROEnergi----
PT Telkom Indonesia TbkTLKMInfrastrukturRp 10,62 triliun 1,43%Rp 75,87 triliun3,93%
PT Aneka Tambang Tbk ANTMIndustri Dasar----
PT Bumi Resources Tbk BUMIIndustri DasarRp 1,05 triliun188,4%Rp 15,51 triliun27,9%
PT Unilever Indonesia Tbk UNVRBarang Konsumer PrimerRp 2,69 triliun37,77%Rp 16,89 triliun7,05%
PT Indofood Sukses Makmur Tbk INDFBarang Konsumer PrimerRp 4,72  triliun-19,03%Rp 65,52 triliun9,49%
PT Indofood CBP Sukses Makmur TbkICBPBarang Konsumer PrimerRp 3,70 trliun 33%Rp 41,86 triliun 11,32%
PT Perusahaan Gas Negara Tbk PGASEnergi----
PT Bukit Asam Tbk PTBAEnergi----
PT Bank Negara Indonesia Tbk BBNIKeuanganRp 10,75 triliun6,54%Rp 38,63 triliun 14,93%
PT Kalbe Farma TbkKLBFKesehatanRp 1,91 triliun-3,04%Rp 19,47 triliun 14,05%
PT Darma Henwa Tbk DEWAEnergi----
PT Indo Tambangraya Megah TbkITMGEnergi----
PT Barito Pacific TbkBRPTIndustri DasarRp 101,77 triliun76,1%Rp 3,43 triliun64,7%
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk JPFABarang Konsumer Primer----
PT United Tractors TbkUNTRIndustri Rp 956,28 miliar-88,24% Rp 58,3 triliun-15%
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk CUANEnergiRp 13,27 triliun59,3%Rp 356,6 miliar919,6%
PT GoTo Gojek Tokopedia TbkGOTOTeknologiRp 607,49 miliar204,7%Rp 8,55 triliun28,4%
PT Charoen Pokphand Indonesia TbkCPINBarang Konsumer PrimerRp 3,7 triliun94,73%Rp 39,41 triliun19,20%
PT Surya Citra Media TbkSCMABarang Konsumer Bukan PrimerRp 536,44 miliar67,26%Rp 3,54 triliun6,62%
PT Merdeka Copper Gold TbkMDKAIndustri Dasar----
PT Medco Energi Internasional TbkMEDCEnergi----
PT Merdeka Battery Materials TbkMBMAIndsutri Dasar----
PT Solusi SInergi Digital Tbk WIFITeknologiRp 331,16 miliar 45% Rp 1,57 trliun 206% 
PT Alamtri Minerals IndonesiaADMREnergi----
PT Bank Tabungan Negara Tbk BBTNKeuanganRp 2,40 triliun41,17%Rp 16,33 triliun  -11,72%
PT Vale Indonesia TbkINCOIndustri DasarRp 1,68 triliun313,51%Rp 9,7227,26%
PT Pertamina Geothermal Energy TbkPGEOInfrastrukturRp 1,4215,47%Rp 4,2 triliun14,75%
PT ELang Mahkota Teknologi Tbk EMTKTeknologiRugi Rp 320.60 miliar -107,6% Rp 10,81 triliun 22,84%
PT AKR Corporindo Tbk AKRAEnergiRp 1,43 triliun21,18%Rp 30,84 triliun44%
PT Indika Energy TbkINDYEnergiRp 182,49 miliar354,91%Rp 2,05 triliun19,87%
PT Amman Mineral Internasional TbkAMMNIndustri Dasar----
PT Indah Kiat Pulp & Paper TbkINKPIndustri DasarRp 6,66 triliun127,43%Rp 30,43 triliun8,76%
PT ESSA Industries Indonesia TbkESSAIndustri DasarRp 540,07 miliar103,3%Rp 3,37 triliun35,53%
PT Trimegah Bangun Persada TbkNCKLIndsutri DasarRp 5,81 triliun41,70%Rp 17,09 triliun 21,29%
PT XLSMART Telecom Sejahtera TbkEXCLInfrastruktur----
PT Sumber Alfaria Trijaya TbkAMRTBarang Konsumer PrimerRp 2,02 triliun7,44%Rp 67,95 triliun6,48%
PT Indosat TbkISATInfrastrukturRp 4,30 triliun 84,54%Rp 25,52 triliun12,22%
PT Hartadinata Abadi Tbk HRTABarang Konsumer Bukan PrimerRp 700,01 miliar100,86%Rp 33,80 triliun124,61%
PT Mitra Adiperkasa TbkMAPIBarang Konsumer Bukan PrimerRp 1,21 triliun26,56%Rp 24,15 triliun23,6%

(Sumber: laporan keuangan masing-masing emiten, diolah penulis)

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri