Aksi Alfamart (AMRT) Tambah 323 Minimarket di Semester I 2026, Laba Naik 7,44%

Pemandangan umum salah satu gerai Alfamart di kawasan Jakarta Barat (ilustrasi).
Penulis: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy
6/8/2026, 15.36 WIB

Emiten pengelola jaringan ritel Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), terus memperluas jaringan usahanya pada paruh pertama 2026. Sepanjang enam bulan pertama tahun ini, perseroan membuka 323 gerai minimarket baru milik sendiri.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, jumlah gerai Alfamart milik perseroan mencapai 15.554 minimarket, bertambah dari 15.322 gerai pada akhir 2025. Sementara itu, jumlah gerai yang dikelola melalui skema waralaba meningkat menjadi 5.888 gerai, dibandingkan 5.798 gerai pada akhir tahun lalu.

Dengan demikian, total jaringan Alfamart yang beroperasi hingga pertengahan 2026 telah mencapai 21.442 gerai di seluruh Indonesia.

Ekspansi tersebut turut diiringi dengan peningkatan jumlah tenaga kerja. Hingga 30 Juni 2026, AMRT dan entitas anak mempekerjakan 98.691 karyawan tetap, bertambah dibandingkan 98.515 karyawan pada akhir 2025.

Pertumbuhan jaringan itu juga tercermin pada kinerja keuangan perseroan. AMRT membukukan pendapatan sebesar Rp 67,96 triliun pada semester pertama 2026, naik 6,48% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 63,81 triliun.

Pendapatan tersebut diperoleh dari penjualan makanan sebesar Rp 48,58 triliun dari sebelumnya Rp 45,48 triliun secara tahunan, serta penjualan bukan makanan sebesar Rp 19,37 triliun dari sebelumnya Rp 18,32 triliun YoY.

Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga meningkat menjadi Rp 2,02 triliun, tumbuh 7,44% YoY dibandingkan Rp 1,88 triliun pada semester pertama 2025.

Untuk mendukung ekspansi tersebut, AMRT terus memperkuat infrastruktur operasional. Perseroan telah menandatangani sejumlah perjanjian sewa jangka panjang untuk lokasi minimarket dan gudang dengan masa sewa hingga 240 bulan atau 20 tahun. Perjanjian tersebut akan berakhir secara bertahap pada periode 2025 hingga 2039, sehingga memberikan kepastian lokasi bagi pengembangan jaringan ritel ke depan.

Saat ini, Alfamart telah beroperasi di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, hingga Nusa Tenggara. Jaringan tersebut dikelola melalui kombinasi gerai milik sendiri dan waralaba yang menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan perseroan.

AMRT memulai kegiatan usahanya pada 1989 sebagai perusahaan perdagangan, sebelum bertransformasi menjadi operator jaringan minimarket pada 2002. Sejak saat itu, perseroan terus memperluas jangkauan bisnisnya dan kini menjadi salah satu jaringan ritel modern terbesar di Indonesia.

Di lantai bursa, harga saham AMRT terkoreksi 1,4% atau turun 20 poin ke level 1.405. Namun, sejak sepekan terakhir, harga sahamnya melesat 5,24% dan anjlok 28,86% sejak awal tahun.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri