ETF Emas Resmi Meluncur di BEI, Ini 5 Produknya

Katadata/Karunia Putri
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (ketujuh dari kiri), bersama para pejabat sektor keuangan dan pasar modal meresmikan peluncuran ETF emas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (10/8).
Penulis: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy
10/8/2026, 10.12 WIB

Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi meluncurkan lima produk exchange traded fund (ETF) emas hari ini, Senin (10/8). Peluncuran produk baru itu bersamaan dengan peringatan Hari Jadi Pasar Modal Indonesia yang ke-49.

Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Samsul Hidayat mengatakan, peluncuran ETF emas menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem bulion nasional melalui integrasi pasar modal dengan industri bulion. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pendalaman pasar keuangan nasional.

“ETF emas diharapkan menjadi alternatif instrumen investasi baru bagi investor pasar modal Indonesia,” ujar Samsul dalam seremoni peluncuran ETF emas di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (10/8).

Dia menuturkan, pengembangan ETF emas adalah hasil kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), self regulatory organizations (SROs), manajer investasi, bank kustodian, dealer partisipan, bank bulion serta seluruh pelaku industri pasar modal Indonesia.

Melalui kolaborasi tersebut, seluruh proses pembentukan ETF emas berlangsung dalam satu ekosistem. Prosesnya dimulai dari penyediaan emas fisik sebagai aset dasar, pencatatan electronic gold receipt (EGR) di KSEI sebagai representasi kepemilikan emas secara elektronik hingga perdagangan unit penyertaan ETF emas di BEI.

Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung mengatakan, pasar modal Indonesia tetap menunjukkan perkembangan positif meski mengalami fluktuasi dalam beberapa waktu terakhir. Di pasar modal global, minat terhadap ETF berbasis emas juga terus meningkat. Pada 2025, aset kelolaan ETF emas global mencapai US$ 559 miliar dengan kepemilikan emas sekitar 4.025 ton.

“Ini mencerminkan semakin pentingnya instrumen ini dalam ekosistem investasi global. Jadi, yang kita lakukan hari ini bukan sekadar menambah satu produk,” kata Juda.

Menurut dia, ETF emas dapat memperluas pilihan investasi sekaligus memperdalam pasar keuangan Indonesia agar semakin mampu bersaing dengan pasar modal regional dan global.

Juda juga mengatakan, ETF emas perlu menjadi bagian dari penguatan ekosistem emas nasional. Pemerintah sebelumnya telah memulai pengembangan kegiatan usaha bulion atau bank emas di Indonesia sejak 2023.

Dalam ekosistem bulion, emas tidak hanya berfungsi sebagai aset yang disimpan, tetapi juga dapat terhubung dengan instrumen investasi dan pasar yang lebih luas. Dengan begitu, perkembangan pasar bulion diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pendalaman pasar modal.

Menurut Juda, kepercayaan merupakan faktor fundamental dalam pasar keuangan. Karena itu, pengembangan ETF emas perlu disertai penguatan tata kelola, akuntabilitas, transparansi, perlindungan investor serta pengawasan.

5 Produk ETF Emas

Lima produk ETF emas yang diluncurkan hari ini antara lain yaitu Trimegah Syariah ETF Emas dengan kode XTRA dan harga perdana Rp 248 per unit, serta; Mandiri ETF Emas berkode XMES dengan harga perdana Rp 757 per unit.

Selanjutnya, ada BRI MI Gold ETF Syariah dengan kode XDES dan harga perdana Rp 1.000 per unit; Syailendra ETF Sharia Gold berkode XSGO dengan harga perdana Rp 1.000 per unit, serta; Premier ETF Gold Sharia Indonesia berkode XGLD dengan harga perdana Rp 256 per unit.

Kelima produk tersebut dikelola oleh lima manajer investasi, yakni PT Trimegah Asset Management, PT Mandiri Manajemen Investasi, PT BRI Manajemen Investasi, PT Syailendra Capital dan PT Indo Premier Investment Management.

ETF Emas Global Tumbuh 80 Kali Lipat (Katadata)
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri