IHSG Diramal Naik pada Awal Pekan, Saham BUMI, TLKM, ANTM, EXCL jadi Rekomendasi

Nur Hana Putri Nabila
10 Agustus 2026, 06:28
ihsg, bursa, saham
ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/hm
Pengunjung melintas disamping layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diramal naik pada perdagangan saham awal pekan ini. Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan secara teknikal, IHSG pada rentang mingguan menguat 2,78% disertai peningkatan volume pembelian.

Menurutnya, posisi IHSG saat ini diperkirakan berada di bagian awal wave v dari wave (c) dari wave [iv], sehingga masih terdapat peluang bagi indeks untuk melanjutkan kenaikannya.

Herditya memperkirakan IHSG berpotensi menguji level 6.440-6.544. “Cermati akan adanya potensi pembalikan arah dalam jangka pendek ke rentang 6.371–6.390,” tulis Herditya dalam risetnya, Senin (10/8). 

MNC Sekuritas menargetkan area support IHSG berada di kisaran 6.319–6.201, sementara level resistance diperkirakan berada pada rentang 6.454–6.599.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.  

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness sejumlah saham. Misalnya PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akumulasi beli di rentang Rp 175–Rp 184 dengan target harga di Rp 194–Rp 210, sementara level stoploss di bawah Rp 166.

Kemudian PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 1.785–Rp 1.810 dengan target harga di Rp 1.855–Rp 1.965, dan stoploss di bawah Rp 1.755.

Sentimen IHSG

Di samping itu, Phintraco Sekuritas menyebut indeks di bursa Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat (7/8) dan secara mingguan. Sentimen positif terutama berasal dari data tenaga kerja AS yang di bawah perkiraan. 

Data nonfarm payrolls di luar dugaan mencatat pengurangan 23 ribu lapangan kerja di Juli 2026, menyusul revisi ke bawah atas penambahan 20 ribu lapangan kerja di Juni 2026. Data ketenagakerjaan untuk bukan Mei juga direvisi turun. 

Data tersebut meningkatkan ekspektasi bahwa the Fed tidak perlu menaikkan suku bunga dalam waktu dekat dan dapat mempertahankan kebijakan moneternya tetap untuk saat ini.

Dari domestik, Phintraco juga menyoroti akan ada rilis indeks Keyakinan Konsumen (10/8), penjualan ritel dan penjualan sepeda motor (11/8), dan penjualan mobil (14/8). 

Selain itu Phintraco menyebut rebalancing MSCI dijadwalkan pada 12 Agustus 2026 dengan perubahan berlaku efektif 31 Agustus 2026, namun MSCI masih mempertahankan pembekuan penambahan saham baru Indonesia.  

Adapun IHSG mendekati level MA20 weekly di sekitar level 6.488. Apabila  IHSG dapat menembus level MA20, diperkirakan IHSG berpotensi menguji level 6,500 pada pekan ini. 

“Turunnya peluang kenaikan suku bunga the Fed, penguatan harga emas dan koreksi harga minyak akan menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG,” tulis Phintraco.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).

 

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...