IHSG Dibayangi Sentimen Pidato Prabowo, Saham BBCA, DSSA, BMRI Jadi Rekomendasi
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diproyeksikan turun pada perdagangan saham akhir pekan ini Jumat (14/8). Hal itu seiring Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan pidato pengantar atau keterangan pemerintah atas Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan IHSG anjlok 1,13% ke level 6.301, disertai tekanan jual pada Kamis (13/8) kemarin. Meski begitu, pelemahan indeks masih tertahan di area MA20.
Dalam skenario terbaik, Herditya memperkirakan posisi IHSG saat ini berada pada wave v dari wave (c) dalam wave [iv] dan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan menuju kisaran 6.440–6.544.
“Worst case (merah), IHSG sudah menyelesaikan wave (a) pada pola diagonal dan IHSG rawan terkoreksi ke rentang 5.890–6.192 untuk membentuk wave (b),” tulis Herditya dalam risetnya, Jumat (14/8).
MNC Sekuritas menargetkan area support IHSG berada di kisaran 6.201–6.029, sementara level resistance diperkirakan berada pada rentang 6.454–6.599.
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.
Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.
MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness sejumlah saham. Misalnya, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akumulasi beli di rentang Rp 3.910–Rp 4.040 dengan target harga di Rp 4.270–Rp 4.360, sementara level stoploss di bawah Rp 3.900.
Kemudian PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 750–Rp 805 dengan target harga di Rp 925–Rp 1.035, dan stoploss di bawah Rp 730.
Sentimen IHSG
Phintraco Sekuritas mengatakan IHSG ditutup minus 1,13% ke level 6.301,77 pada perdagangan kemarin dipengaruhi keluarnya sejumlah saham dari rebalancing indeks MSCI Agustus 2026, aksi profit taking, dan sikap investor menjelang pidato kenegaraan Presiden Prabowo terkait RAPBN 2027 pada Jumat (14/8).
Di sisi lain, nilai tukar rupiah menguat tipis 0,03% ke level Rp17.870 per dolar AS. Kenaikan tersebut didorong oleh aksi beli investor di pasar obligasi domestik.
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas menilai IHSG masih mampu bertahan di atas MA20. Namun, histogram positif MACD terus menyempit dan berpotensi membentuk death cross.
“Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 6.230–6.370,” tulis Phintraco Jumat (14/8).
Phintraco Sekuritas juga menyoroti pidato kenegaraan Presiden Prabowo mengenai RAPBN 2027 yang akan menjadi perhatian investor hari ini. Berdasarkan Badan Anggaran DPR RI, program kerja prioritas nasional 2027 mencakup sejumlah sektor.
Di antaranya kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur dan perumahan, ketahanan bencana, ekonomi kerakyatan dan desa, hingga penurunan kemiskinan.
Sementara itu, Bank Indonesia mencatat pembiayaan perbankan syariah mencapai Rp 720 triliun hingga Juni 2026, tumbuh 11,43% secara tahunan. Pertumbuhan itu didukung oleh kinerja industri perbankan syariah yang terus meningkat.
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan syariah mencapai Rp 816 triliun, tumbuh 13,13% yoy. Pada sektor usaha, rantai pasok halal tumbuh 5,5% secara tahunan, sementara outstanding sukuk korporasi mencapai sekitar Rp 95 triliun pada periode yang sama.
“Perkembangan tersebut membuka ruang yang semakin besar bagi pembiayaan syariah untuk mendukung investasi produktif dan ekspansi sektor riil,” tulis Phintraco.
Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT XL Axiata Tbk (EXCL).