IHSG Rawan Terkoreksi, Analis Rekomendasikan Saham INCO, TLKM, BBTN, PTRO

ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/hm
Pengunjung memotret layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (7/8/2026).
24/8/2026, 06.18 WIB

IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan dinilai rawan terkoreksi pada perdagangan saham awal pekan ini, Senin (24/8). Meski begitu, analis merekomendasikan sejumlah saham, termasuk PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Petrosea Tbk (PTRO), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN). 

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, secara teknikal, IHSG menguat 1,93% selama sepekan dan mampu ditutup di atas moving average (MA) 20. Ia memperkirakan posisi IHSG saat ini berada pada bagian dari wave v dari wave (c) .

Meski masih berada dalam fase di zona hijau, Herditya meminta investor mencermati potensi koreksi jangka pendek IHSG pada rentang 6.429–6.475.

“Untuk target berikutnya berada di 6.628–6.666 sekaligus menguji area gap ,” tulis Herditya dalam risetnya, Senin (24/8). 

MNC Sekuritas menetapkan area support IHSG berada di kisaran 6.373–6.272, sementara level resistance diperkirakan berada pada rentang 6.599–6.705.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support , harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.  

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

MNC Sekuritas merekomendasikan beli pada kelemahan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) akumulasi beli di rentang Rp 4.720–Rp 5.100 dengan target harga di Rp 5.700–Rp 6.000, sementara level stoploss di bawah Rp 4.620.

Kemudian, merekomendasikan saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM),  trading buy pada area Rp 2.580–Rp 2.610 dengan target harga di Rp 2.740–Rp 2.840, dan stoploss di bawah Rp 2.570.

Sementara itu, Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).

Phintraco Sekuritas menyoroti IHSG yang secara teknikal ditutup di atas MA100, dan berpotensi menguji level resistance 6.630 serta menutup gap di level 6.705.

Menurut analis, pergerakan IHSG mendukung penguatan rupiah dan optimisme terhadap prospek perekonomian. 

Namun, investor perlu mewaspadai adanya sentimen negatif jangka pendek terhadap saham-saham yang dikeluarkan dalam rebalancing FTSE Global Equity Index.

Dari sisi eksternal,  Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat (21/8), meski melemah secara mingguan. Kenaikan ditopang saham sektor keuangan, kesehatan, dan bahan baku.

Imbal hasil US Treasury melanjutkan kenaikan, dengan tenor 10 tahun naik 3 basis poin menjadi 4,736% dan tenor 30 tahun menjadi 5,273%. Harga emas spot menguat 2,3% menjadi US$ 4.619 per troy ounce, sedangkan minyak Brent stabil di kisaran US$ 94 per barel.

Investor, menurut analis Phintraco Sekuritas, akan mencermati Simposium Jackson Hole untuk melihat prospek kebijakan moneter The Fed dan respon terhadap kenaikan imbal hasil Treasury. Pasar juga menantikan data indeks PCE, pesanan tahan lama , dan revisi tahunan nonfarm payrolls .

“Selain itu, investor akan mencermati laporan keuangan Nvidia yang menjadi tolok ukur kinerja perusahaan sektor AI di tengah belanja infrastruktur yang dianggap berlebihan,” tulis Phintraco. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila