Surge (WIFI) Siapkan Capex Rp 7 Triliun untuk Perluasan FWA dan FTTH
Emiten telekomunikasi milik adik Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, yakni PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge membidik pertumbuhan pembangunan 9.800 site untuk layanan 5G fixed wireless access (FWA) pada 2027. Jumlah tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan dengan target pembangunan FWA tahun ini sebanyak 5.500 site.
Direktur WIFI, Shannedy Ong menjelaskan, ekspansi FWA akan terus dilanjutkan pada 2027 seiring dengan strategi perusahaan memperluas jangkauan layanan dan menangkap lebih banyak pelanggan. “Kami melihat memang karena FWA ini teknologi yang wireless, itu akan sangat cepat di-deploy, di samping itu juga kami akan gunakan teknologi ini untuk sebagai break-in engine untuk meng-capture potential customer secara lebih cepat,” kata Shannedy dalam paparan publik Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (7/9).
Dengan target tersebut, WIFI berencana menambah sekitar 4.300 site FWA pada 2027 dari target 5.500 site tahun ini. Shannedy menyebut FWA menjadi salah satu mesin utama perusahaan untuk menangkap pelanggan secara lebih cepat.
Sebelum menggenjot ekspansi pada 2027, WIFI menargetkan pembangunan 5.500 site FWA sepanjang 2026. Dia mengatakan, ekspansi tahun ini tidak hanya ditujukan untuk memperluas cakupan jaringan, tetapi juga mendukung monetisasi investasi yang telah dilakukan sebelumnya.
Untuk mengejar target tersebut, WIFI mengandalkan percepatan pembangunan jaringan sekaligus penguatan mesin penjualan. Shannedy menuturkan, perseroan telah mulai menggunakan lebih dari 9.000 Rumah Sahabat Internet Rakyat (IRA) untuk mendukung deployment FWA. Strategi tersebut akan dikombinasikan dengan sales engine berbasis Sahabat IRA.
Selain itu, WIFI menggandeng sejumlah mitra yang telah memiliki basis pelanggan dalam jumlah besar, termasuk perusahaan pembiayaan mikro dengan basis pelanggan hingga jutaan.
Pacu Pertumbuhan Pelanggan hingga 3,5 Juta
Ekspansi site tersebut berjalan seiringan dengan target pertumbuhan pelanggan WIFI. Shannedy melaporkan, hingga semester pertama 2026, perseroan mencatatkan jumlah pelanggan kombinasi FWA dan FTTA (fiber to the antenna) mencapai 2,35 juta.
Hingga akhir tahun, perseroan menargetkan jumlah pelanggan meningkat menjadi lebih dari 3,5 juta.
Dia pun yakin target tersebut dapat dicapai melalui penambahan pelanggan FWA maupun FTTH (fiber to the home). Untuk FWA, strategi akan difokuskan pada percepatan deployment dan penjualan.
Sementara untuk FTTH, WIFI mengandalkan harga layanan yang terjangkau, peningkatan pengalaman pengguna serta stabilitas jaringan untuk menekan tingkat churn.
Manajemen menilai tiga faktor tersebut menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing layanan internet di Indonesia, yakni keterjangkauan harga, pengalaman pengguna dan stabilitas jaringan.
Gelontorkan Capex Rp 7 Triliun demi Genjot FWA dan FTTH
Selain itu, perseroan menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 7 triliun pada 2026. Mayoritas dana tersebut akan digunakan untuk memperluas jaringan FWA dan FTTH.
Shannedy mengatakan, capex yang telah direalisasikan hingga semester pertama 2026 mencapai sekitar Rp 1 triliun. Dana tersebut terutama digunakan untuk menambah home passes dan home connect pada layanan FTTH serta perangkat untuk pengembangan layanan 5G FWA Internet Rakyat.
“Jadi basically kita capexnya untuk ekspansi jaringan FWA dan jaringan FTTH, majority,” kata Shannedy.
Di sisi FTTH, WIFI juga mendorong produk dengan kecepatan lebih tinggi untuk menyasar segmen premium. Perseroan menawarkan layanan hingga 2 Gbps yang dilengkapi teknologi Wi-Fi 7 dengan harga sekitar Rp 250.000 per bulan.
Strategi tersebut diarahkan untuk menangkap pertumbuhan kebutuhan internet berkecepatan tinggi, terutama seiring meningkatnya penggunaan artificial intelligence (AI) alias kecerdasan buatan, gaming, streaming, dan video secara langsung.
Fokus Bisnis Telekomunikasi
Di samping itu, WIFI menyatakan akan fokus pada bisnis telekomunikasi setelah perseroan melepas aset digitalnya, PT Jejaring Digital Utama (JDU), kepada PT Investasi Berjaya Sejahtera.
“Pencapaian financial kami bahwa kontribusi telekomunikasi sudah mencapai 82%. Ke depan ini akan terus bergembang terus dan porsi telekomunikasi akan menjadi fokus utama kami apalagi kita sudah memasuki artificial intelligence,” kata dia.
WIFI akan terus memperkuat jaringan fiber optic, backbone antarpulau, hingga jaringan submarine cable.
Perseroan sedang ekspansi jaringan fiber optic backbone ke Pulau Sumatra. WIFI juga sudah mulai mengomersialkan jaringan kabel bawah laut atau submarine cable yang menghubungkan Jakarta dengan Singapura lewat Batam.