Heboh Investor RANS Tak Boleh Masuk RUPSLB, Ditegur BEI Manajemen Janji Benahi
Bursa Efek Indonesia (BEI) menegur emiten pasangan selebriti Raffi Ahmad dan Nagita Slavina perihal kisruh yang dilaporkan para investornya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) pada pekan lalu.
Mengenai hal itu, manajemen RANS berjanji akan membenahi mekanisme pelaksanaan RUPSLB secara tatap muka. Hal itu demi meningkatkan kualitas penyelenggaraan rapat dan mencegah terjadinya kesalahpahaman serupa di kemudian hari.
“Perseroan mengklarifikasi bahwa hal tersebut bukan merupakan penolakan terhadap hak Pemegang Saham untuk berpartisipasi dalam RUPSLB, melainkan berkaitan dengan pembatasan kapasitas kehadiran fisik sebagaimana telah ditentukan dan disampaikan dalam Pemanggilan RUPSLB,” seperti yang ditulis manajemen RANS dalam keterbukaan informasi BEI dikutip Senin (14/9).
Manajemen RANS menjelaskan pembatasan akses fisik dalam RUPSLB bukan merupakan bentuk penolakan terhadap hak pemegang saham untuk berpartisipasi dalam rapat. Pembatasan tersebut dilakukan karena kapasitas tempat penyelenggaraan rapat terbatas dan telah dicantumkan dalam pemanggilan RUPSLB.
Manajemen menyatakan terdapat 32 pemegang saham dengan total kepemilikan 131.300 saham yang tidak dapat mengikuti RUPSLB secara fisik di lokasi rapat. Namun, pembatasan tersebut hanya berlaku untuk akses kehadiran secara langsung dan tidak mengurangi hak maupun kewajiban pemegang saham dalam rapat.
Dia menyatakan telah menyediakan mekanisme partisipasi secara elektronik melalui eASY.KSEI. Pemegang saham dapat mengikuti rapat sekaligus memberikan suara secara elektronik melalui fasilitas e-Voting tersebut.
Selain itu, perseroan menyediakan mekanisme pemberian kuasa melalui e-Proxy maupun surat kuasa konvensional. Tata cara penggunaan eASY.KSEI, e-Voting dan e-Proxy telah disampaikan dalam pemanggilan RUPSLB.
Padahal, seluruh pemegang saham yang hadir secara sah dalam RUPSLB mendapatkan hak dan kewajiban yang sama, baik yang hadir secara fisik maupun melalui mekanisme elektronik. Ketentuan tersebut mengacu pada Pasal 47 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 15/POJK.04/2020.
Seiirng dnegan itu, RANS mengakui perlu melakukan evaluasi terhadap mekanisme pelaksanaan RUPS berikutnya. Perseroan menyiapkan sejumlah langkah perbaikan agar informasi mengenai mekanisme kehadiran dapat diterima pemegang saham secara lebih jelas.
Pertama, RANS akan memastikan informasi lokasi pada sistem eASY.KSEI mencantumkan keterangan mengenai mekanisme kehadiran secara elektronik. Dengan demikian, informasi yang diterima pemegang saham melalui sistem tersebut tidak hanya menampilkan alamat lokasi fisik rapat, tetapi juga mencerminkan mekanisme hybrid yang telah tercantum dalam pemanggilan RUPSLB.
Kedua, perseroan akan menyiapkan mekanisme verifikasi dan informasi di lokasi rapat yang dapat segera menjelaskan alternatif partisipasi kepada pemegang saham yang tidak memperoleh akses untuk hadir secara fisik.
Ketiga, RANS akan meningkatkan koordinasi antara perseroan, Biro Administrasi Efek, penyelenggara RUPS, dan petugas registrasi. Langkah ini ditujukan untuk memastikan proses verifikasi serta komunikasi kepada pemegang saham berjalan secara konsisten.
“Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Perseroan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan RUPS dan mencegah terjadinya kesalahpahaman serupa di kemudian hari,” kata manajemen.
Sebelumnya, beredar video seorang investor RANS yang mengaku tidak diperbolehkan masuk ke lokasi RUPSLB dan diminta mengikuti rapat secara virtual. RUPSLB RANS digelar secara tatap muka di BSD pada Kamis (10/9). Salah satu agenda rapat tersebut adalah persetujuan perubahan susunan anggota Direksi Perseroan.
Persoalan mengenai akses pemegang saham dalam RUPSLB tersebut kemudian mendapat perhatian BEI yang meminta penjelasan dari manajemen RANS terkait pelaksanaan rapat.
RANS baru saja melantai di BEI pada 10 Juli 2026 lalu. Emiten ini IPO dengan harga Rp 170 per saham. Pada pembukaan perdagangan Senin (14/9) harga sahamnya bertengger di level 200, atau naik 17,65% sejak IPO.