Bos BEI Buka Opsi Perpanjang Jam Perdagangan Saham, Bagaimana Skenarionya?
Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka peluang memperpanjang jam perdagangan saham di pasar modal Indonesia. Langkah tersebut seiring sejumlah bursa global mulai menambah durasi transaksi, termasuk bursa Korea Selatan.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan peluang untuk mengimpelementasikan jam perdagangan bursa terbuka meski saat ini belum ada rencana.
“Terbuka, terbuka peluang untuk kapannya yang belum, nanti kami update lagi kapannya,” ucap Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Rabu (16/9).
Tak hanya itu, Jeffrey mengatakan BEI telah melakukan survei kepada anggota bursa terkait jam perdagangan. Namun, untuk sementara BEI menunda rencana perubahan jam perdagangan dan akan dikaji lebih lanjut.
Meski begitu, ia menyebut peluang penyesuaian jam perdagangan tetap terbuka sesuai dengan kebutuhan pasar. Terlebih, BEI sebelumnya telah melakukan kajian awal terkait rencana tersebut.
Sebelumnya Jeffrey sempat menyebut ada tiga skenario perubahan jam perdagangan yang sedang dipertimbangkan. Menurut Jeffrey, BEI tengah mempertimbangkan, apakah mempercepat pembukaan pasar menjadi pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB, memperlambat waktu penutupan menjadi pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB, atau keduanya yakni pukul 08.00 WIB ke 17.00 WIB.
“Bahkan bisa lebih panjang dari itu. Semua opsi masih dalam kajian, jadi belum bisa dipastikan sekarang,” ujar Jeffrey pada 2025 lalu.
Merujuk The Korea Times, Korea Selatan menjadi salah satu negara yang memperpanjang jam perdagangan saham. Korea Exchange (KRX) mulai membuka sesi perdagangan setelah pasar reguler atau after-market pada 14 September 2026. Alhasil investor dapat bertransaksi secara real-time hingga pukul 20.00 waktu setempat.
Sebelumnya, transaksi setelah jam reguler berlangsung pukul 16.00–18.00 dengan mekanisme lelang harga tunggal setiap 10 menit. KRX kemudian mengubahnya menjadi perdagangan berkelanjutan mulai pukul 16.00 hingga 20.00.
KRX menyebut perpanjangan itu bertujuan memperluas kesempatan transaksi bagi investor domestik. Sekaligus merespons langkah sejumlah bursa utama Amerika Serikat yang mengarah pada perpanjangan jam perdagangan.
Sesi tambahan ini mencakup hampir seluruh saham yang tercatat di KRX, kecuali efek yang memerlukan pengawasan khusus. Sementara itu, ETF dan ETN untuk sementara belum masuk dalam sesi tersebut demi menjaga stabilitas dan likuiditas pasar.
Dengan jam perdagangan yang lebih panjang, investor juga memiliki kesempatan merespons informasi yang muncul setelah pasar reguler tutup. KRX bahkan membuka peluang memperpanjang jam perdagangan secara bertahap ke depan dengan mempertimbangkan perkembangan bursa global.