Nasib Harta Low Tuck Kwong di Tengah Manuver Haji Isam, Masih Orang Terkaya RI?
Konglomerat Low Tuck Kwong hingga kini masih menempati posisi orang terkaya di Indonesia di tengah manuver pengusaha Andi Syamsudin Arsyad alias Haji Isam yang mau mengakuisisi 30% saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
Berdasarkan daftar The World’s Real-Time Billionaires Forbes per 21 September 2026 pukul 22.45 waktu Eastern Daylight Time (EDT), kekayaan Low Tuck Kwong tercatat US$ 18,2 miliar. Angka itu menempatkannya di posisi pertama orang terkaya di Indonesia.
Posisi selanjutnya diisi konglomerat Grup Barito, Prajogo Pangestu dengan US$ 16,3 miliar dan Grup Djarum, R. Budi Hartono dengan US$ 15,8 miliar. Selanjutnya Anthoni Salim menduduki posisi sebagai orang terkaya keempat dengan kekayaan US$10,9 miliar. Lalu posisi kelima diduduki Tahir dan keluarga sebesar US$ 9,41 miliar.
Berikut 20 orang terkaya versi Forbes Billionaires per 21 September waktu setempat:
| No. | Nama | Kekayaan |
| 1 | Low Tuck Kwong | US$ 18,2 miliar |
| 2 | Prajogo Pangestu | US$ 16,3 miliar |
| 3 | R. Budi Hartono | US$ 15,8 miliar |
| 4 | Anthoni Salim | US$ 10,9 miliar |
| 5 | Tahir & family | US$ 9,41 miliar |
| 6 | Sri Prakash Lohia | US$ 8,77 miliar |
| 7 | Otto Toto Sugiri | US$ 8,31 miliar |
| 8 | Marina Budiman | US$ 5,94 miliar |
| 9 | Lim Hariyanto Wijaya Sarwono | US$ 5,04 miliar |
| 10 | Theodore Rachmat | US$ 4,71 miliar |
| 11 | Sukanto Tanoto | US$ 4,15 miliar |
| 12 | Chairul Tanjung | US$ 3,95 miliar |
| 13 | Han Arming Hanafia | US$ 3,92 miliar |
| 14 | Roberto Hartono | US$ 3,79 miliar |
| 15 | Stefanus Hartono | US$ 3,79 miliar |
| 16 | Vanessa Hartono | US$ 3,79 miliar |
| 17 | Tessa Natalia Hartono | US$ 3,79 miliar |
| 18 | Martua Sitorus | US$ 3,50 miliar |
| 19 | Haryanto Tjiptodihardjo | US$ 3,50 miliar |
| 20 | Agoes Projosasmito | US$ 3,39 miliar |
Sumber: Forbes.
Posisi Low Tuck Kwong sebagai orang terkaya tetap bertahan meski struktur kepemilikan BYAN memasuki babak baru. Low bersama putrinya, Elaine Low, telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan PT Jhonlin Baratama pada 16 September 2026 untuk mengalihkan 10 mimliar saham BYAN atau sekitar 30% saham perseroan. Meski begitu, transaksi aksi korporasi jumbo itu belum rampung.
Seiring dengan itu pergerakan saham BYAN sempat melonjak sekitar 35%, dari Rp 10.200 pada 15 September menjadi Rp 13.825 pada 18 September. Namun pada perdagangan intraday hari ini, Selasa (22/9) saham BYAN terpantau merosot 3,62% ke Rp 12.650 per lembar saham. Dalam seminggu terakhir melonjak 24%, namun masih babak belur 19,43% secara year to date (ytd).