Astra (ASII) Bicara soal Fokus di 3 Bisnis hingga Capex Masih Sisa Rp 19 Triliun
PT Astra International Tbk (ASII) memfokuskan bisnisnya pada tiga sektor utama, yakni otomotif, jasa keuangan, hingga solusi pertambangan dan alat berat.
Head of Corporate Investor Relations Astra International, Tira Ardianti mengatakan, ketiga bisnis inti itu menyumbang sekitar 90% terhadap laba perseroan. Karenanya, Astra akan memprioritaskan belanja modal atau capital expenditure (capex) dan investasi ke tiga lini bisnis itu.
Walaupun demikian, ia mengatakan Astra tetap membuka peluang investasi di luar ketiga sektor tersebut. Ia memberikan sinyal akan masuk ke bisnis lain apabila ada peluang dan memenuhi kriteria investasi perusahaan.
“Investasi pada portofolio tersebut diperkirakan tidak akan dilakukan dalam jumlah yang signifikan,” kata Tira usai acara Media Day Astra di Jakarta, Rabu (23/9).
Astra belum membeberkan secara terperinci rencana ekspansi dan investasi ke depan karena masih dalam tahap pembahasan dan evaluasi. Tira menyebut salah satu rencana terdekat perseroan adalah meningkatkan kepemilikan saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) melalui voluntary tender offer (VTO) dengan Astra menawarkan harga Rp 3.600 per saham.
Aksi itu membutuhkan dana sekitar Rp 858 miliar. Menurut Tira, langkah tersebut sejalan dengan strategi Astra memperkuat tiga bisnis inti, terutama sektor otomotif melalui penguatan bisnis komponen.
“Contoh konkret Astra fokus pada bisnis inti. Astra melakukan investasi, dengan mengutamakan bisnis yang memiliki strategic fit dengan Astra, dan mampu menghasilkan tingkat pengembalian yang baik, dan dapat memperkuat ekosistem Astra,” ucap Tira.
Capex Masih Sisa Rp 19 Triliun
Astra tercatat belum menghabiskan capex hingga paruh pertama tahun ini. Perusahaan baru merealisasikan sekitar Rp 17 triliun dari total rencana belanja modal Rp 36 triliun untuk 2026 atau setara 47,2%.
Tira mengungkapkan, sebagian besar dari realisasi capex tersebut digunakan untuk akuisisi tambang emas PT Arafura Surya Alam yang dilakukan PT United Tractors Tbk (UNTR).
Selebihnya, capex Astra akan menjadi belanja modal rutin yang sebagian besar digunakan untuk pembelian alat berat. Investasi itu terutama untuk mendukung bisnis kontraktor pertambangan di bawah Grup United Tractors.
Di sisa tahun ini, kata Tira, Astra akan lebih selektif dan disiplin dalam menggunakan sisa anggaran capex. Perseroan akan memprioritaskan belanja yang dapat menopang pertumbuhan bisnis ke depan.
Astra juga akan mengevaluasi penggunaan capex secara berkala untuk memastikan setiap investasi dapat berkontribusi terhadap produktivitas bisnis perusahaan.
"Tentunya belanja modal ini dari waktu ke waktu terus kami evaluasi ya, dan kami pastikan bahwa belanja modal itu harus mendukung produktivitas bisnis ke depan," ujarnya.