Daftar Terbaru 59 Saham HSC di BEI, NICK Masuk Susul BREN, BELI hingga YUPI

Katadata/Fauza Syahputra
Layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (27/7/2026). IHSG ditutup turun 0,17% atau 10,65 poin ke level 6.185 dengan rincian sebanyak 307 saham turun, 341 naik, dan 147 saham lainnya stagnan.
28/9/2026, 06.45 WIB

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 59 emiten masuk dalam daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholder Concentration (HSC) hingga akhir September 2026. Sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti PT DCI Indonesia Tbk (DCII), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), hingga PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) masuk dalam daftar tersebut.

Terbaru, BEI menetapkan PT Charnic Capital Tbk (NICK) sebagai saham HSC melalui pengumuman tertanggal 22 September 2026. Penetapan tersebut mengacu pada struktur kepemilikan saham NICK per 18 September 2026, dengan tingkat konsentrasi mencapai 99,28%.

Masuknya NICK membuat jumlah saham dalam daftar HSC mencapai 59 emiten per 27 September 2026.

Berdasarkan data BEI yang dihimpun Katadata, tingkat konsentrasi kepemilikan pada emiten-emiten tersebut tergolong tinggi. Seluruh saham dalam daftar memiliki HSC di atas 92%, bahkan sejumlah emiten mendekati 100%.

PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) berada di posisi teratas dengan HSC mencapai 99,99%. Artinya, berdasarkan ukuran HSC BEI, hanya terdapat selisih 0,01 poin persentase dari tingkat konsentrasi 100%.

DCII menyusul dengan HSC 99,96%. Setelah itu terdapat PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) yang masing-masing mencatat HSC 99,95%.

PT Golden Flower Tbk (POLU) memiliki HSC 99,94%, PT Soho Global Health Tbk (SOHO) 99,93%, dan PT Bank Permata Tbk (BNLI) 99,92%.

Sementara PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) memiliki tingkat konsentrasi 99,91%.

BREN, DSSA hingga BELI Masuk Daftar HSC

Tak hanya emiten dengan kapitalisasi pasar lebih kecil, daftar terbaru HSC juga diisi sejumlah perusahaan yang terafiliasi dengan kelompok konglomerasi besar.

Grup Sinar Mas memiliki beberapa emiten dengan konsentrasi kepemilikan tinggi. PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) memiliki HSC 99,58%.

Sementara itu, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatat HSC 95,76% dan PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) sebesar 95,65%.

Dari kelompok usaha Prajogo Pangestu, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) memiliki HSC 97,31%.

Emiten yang terafiliasi dengan Grup Djarum, PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli, masuk dalam daftar dengan HSC sebesar 93,83%.

Sementara PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET), yang terafiliasi dengan Grup Salim, memiliki tingkat konsentrasi sebesar 98,06%.

Dua bank yang berada di bawah kelompok CT Corp juga masuk daftar. PT Bank Mega Tbk (MEGA) memiliki HSC 95,68%, sedangkan PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) tercatat sebesar 92,71%.

Selain itu, terdapat PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dengan HSC 98,50%, PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) 99,24%, serta PT MD Entertainment Tbk (FILM) sebesar 92,98%.

BEI Ubah Cara Menyaring Saham HSC

Daftar tersebut menjadi perhatian seiring langkah BEI memperketat pemantauan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi.

BEI sebelumnya merevisi metodologi HSC dengan menambahkan price impact ratio sebagai salah satu kriteria penyaringan saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 10 triliun.

Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengatakan bursa akan menyaring saham dengan price impact ratio tinggi untuk mengidentifikasi potensi HSC.

Price impact ratio dihitung dengan membandingkan perubahan harga saham terhadap velocity. Adapun velocity merupakan rasio antara rata-rata volume transaksi dengan jumlah saham yang beredar di publik atau free float.

Dengan demikian, saham dengan volume transaksi rendah memiliki velocity yang lebih rendah. Apabila kondisi tersebut diikuti perubahan harga yang besar, price impact ratio saham akan meningkat.

“Dengan velocity yang rendah tetapi perubahan harga yang besar tentu akan menghasilkan price impact ratio tinggi. Atas saham-saham inilah kami akan melakukan screening terhadap potensi ada atau tidaknya HSC,” ujar Jeffrey dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (14/7).

BEI akan melakukan evaluasi berdasarkan price impact ratio setiap tiga bulan terhadap seluruh saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 10 triliun. Peninjauan dilakukan mengikuti siklus evaluasi indeks utama BEI.

Daftar 59 Saham HSC BEI

Berikut daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi berdasarkan data BEI per 27 September 2026:

No.Nama PerusahaanKepemilikan dengan Konsentrasi Tertinggi (HSC)
1PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO)99,99%
2PT DCI Indonesia Tbk (DCII)99,96%
3PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI)99,95%
4PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN)99,95%
5PT Golden Flower Tbk (POLU)99,94%
6PT Soho Global Health Tbk (SOHO)99,93%
7PT Bank Permata Tbk (BNLI)99,92%
8PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI)99,91%
9PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR)99,32%
10PT Charnic Capital Tbk (NICK)99,28%
11PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK)99,85%
12PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY)99,84%
13PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN)99,78%
14PT FAP Agri Tbk (FAPA)99,77%
15PT Ifishdeco Tbk (IFSH)99,77%
16PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR)99,58%
17PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)99,42%
18PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT)99,41%
19PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS)99,24%
20PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE)99,21%
21PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII)99,14%
22PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI)98,90%
23PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL)98,62%
24PT Bayan Resources Tbk (BYAN)98,50%
25PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING)98,40%
26PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)98,35%
27PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA)98,21%
28PT Steady Safe Tbk (SAFE)98,14%
29PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET)98,06%
30PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE)98,03%
31PT Samator Indo Gas Tbk (AGII)97,75%
32PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII)97,62%
33PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG)97,35%
34PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)97,31%
35PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ)97,21%
36PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI)97,02%
37PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)96,70%
38PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP)96,64%
39PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM)96,09%
40PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV)95,94%
41PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA)95,82%
42PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)95,76%
43PT Bank Mega Tbk (MEGA)95,68%
44PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA)95,65%
45PT Bukit Darmo Tbk (BKDP)95,45%
46PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO)95,35%
47PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI)95,08%
48PT Hotel Fitra International Tbk (FITT)95,00%
49PT Siantar Top Tbk (STTP)94,95%
50PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR)94,95%
51PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA)94,79%
52PT Intermedia Capital Tbk (MDIA)94,31%
53PT Kota Satu Properti Tbk (SATU)94,27%
54PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)94,10%
55PT Saranacentral Tbk (BAJA)93,89%
56PT Global Digital Niaga Tbk (BELI)93,83%
57PT Mahkota Group Tbk (MGRO)93,76%
58PT MD Entertainment Tbk (FILM)92,98%
59PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI)92,71%

Sumber: Bursa Efek Indonesia, dihimpun Katadata

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila