BSI (BRIS) Bakal Right Issue 6,8 Miliar Saham, Bersiap Tambah Free Float?
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI akan melakukan aksi rights issue atau Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) dengan menerbitkan 6,8 miliar saham baru Seri B senilai Rp 500 per saham.
Perusahaan belum menetapkan harga pelaksanaan right issue. Adapun harga saham BRIS pada perdagangan hari ini berada di kisaran Rp 1.485. Manajemen BSI mengatakan aksi korporasi ini untuk memperkuat permodalan sekaligus meningkatkan kapasitas pembiayaan.
Permodalan untuk mendukung bisnis perseroan pada 2027 diproyeksikan meningkat menjadi Rp 64,41 triliun dari Rp 51,07 triliun pada 2026. Sejalan dengan itu, rasio kecukupan modal atau CAR diproyeksikan naik menjadi 23,31% dari 20,38%.
Penguatan modal tersebut diharapkan dapat menopang ekspansi bisnis dan pertumbuhan pembiayaan secara berkelanjutan. Sekaligus mendukung upaya perseroan meningkatkan kelompok bank berdasarkan modal inti sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam jangka pendek, peningkatan modal berpotensi memengaruhi rasio profitabilitas. Namun, manajemen BSI memperkirakan profitabilitas dapat pulih secara bertahap seiring dengan penyaluran dana ke aset produktif.
Sementara itu, pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD berpotensi terdilusi kepemilikan maksimal 12,85%.
“Perseroan akan menggunakan seluruh dana hasil PMHMETD II, setelah dikurangi seluruh biaya dan pengeluaran yang berkaitan dengan emisi saham baru, untuk penyaluran pembiayaan dalam rangka mendukung pertumbuhan usaha BRIS,” tulis manajemen.
Di sisi lain, free float atau porsi atau jumlah saham yang beredar di publik dan dapat diperdagangkan secara bebas di pasar terbuka BRIS hingga 30 September 2026 masih berada di 9,91%.
Padahal Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan kewajiban batas minimum saham publik (free float) menjadi 15% secara bertahap efektif sejak 31 Maret 2026 melalui pembaruan Peraturan I-A.