Wall Street Naik, Data Tenaga Kerja AS Picu Harapan The Fed Tahan Suku Bunga
Wall Street menguat pada perdagangan Jumat (2/10) setelah laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) menunjukkan hasil yang jauh lebih lemah dari perkiraan. Data itu memicu ekspektasi bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober ini.
Dow Jones Industrial Average naik 250 poin atau 0,5% ke level 51.176,46. S&P 500 menguat 0,7% atau 56,27 poin menjadi 7.722,72 dan Nasdaq Composite melonjak 1,2% atau 319,27 poin ke 27.190,86. Nasdaq sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada awal perdagangan sebelum terkoreksi seiring berbaliknya arah imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Meski secara harian indeks bursa AS menguat pada Jumat, Dow Jones masih turun sekitar 1,3% sepanjang pekan. S&P 500 melemah 0,3%, dan Nasdaq justru terangkat 0,6%. Kenaikan Jumat juga menjadi kenaikan Nasdaq untuk tiga hari perdagangan berturut-turut.
Lalu imbal hasil obligasi Pemerintah AS sempat turun setelah rilis laporan ketenagakerjaan September. Namun, yield kemudian naik lagi hingga menekan Wall Street.
Saham teknologi memimpin kenaikan pasar seiring meningkatnya selera risiko investor. Nvidia mencetak rekor tertinggi sepanjang masa untuk pertama kalinya sejak Mei, meski akhirnya ditutup di bawah rekor penutupan sebelumnya. Saham CrowdStrike, Palo Alto Networks, dan AMD juga sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Saham AMD ditutup naik hampir 3%.
Adapun laporan ketenagakerjaan nonpertanian menunjukkan ekonomi AS hanya menambah 29.000 pekerjaan pada September. Sementara itu, tingkat pengangguran naik menjadi 4,2%. Angka tersebut jauh di bawah konsensus Dow Jones yang memperkirakan penambahan 84.000 pekerjaan dengan tingkat pengangguran tetap 4,1%.
Kepala Strategi Pasar Osaic, Phil Blancato mengatakan, data tersebut menjadi gambaran yang diharapkan pasar karena pasar tenaga kerja melemah tanpa ada tanda-tanda ekonomi melambat. “Tidak terlalu panas, tidak terlalu dingin, tidak terlalu bagus, dan tidak melemah,” kata Blancato dikutip CNBC International, Senin (5/10).
Data tersebut membuat investor kembali menghitung peluang langkah The Fed berikutnya. Berdasarkan perdagangan futures Fed funds, pelaku pasar melihat peluang 77% The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober, menurut CME FedWatch Tool.
Kepala Investasi Nuveen, Saira Malik mengatakan, laporan ketenagakerjaan tersebut berpotensi menopang pasar menjelang musim laporan keuangan yang diperkirakan akan mencatat kinerja “sangat kuat”.
“Jadi, saya pikir ini bisa menjadi awal dari reli Santa Claus yang selama ini kita harapkan,” kata Malik dalam program “Squawk Box” CNBC.
Di sisi lain, turunnya harga minyak menjadi sentimen positif untuk pasar saham. Penurunan harga minyak itu menyusul laporan bahwa sejumlah negara Eropa mempertimbangkan pelepasan cadangan bahan bakar strategis sebagai respons terhadap tekanan dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
Pada perdagangan Kamis (1/10), Wall Street juga ditutup naik tipis pada awal Oktober. Namun, Dow Jones dan S&P 500 masih lesu secara mingguan ditekan pasar obligasi global. Nasdaq menjadi satu-satunya indeks utama yang diperkirakan mencatat kenaikan sepanjang pekan ini.