Bos BSI (BRIS): Kantor Cabang di Jeddah Bakal Beroperasi Awal 2027
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI terus melakukan persiapan untuk membuka kantor cabangnya di Jeddah, Arab Saudi. Emiten perbankan dengan kode BRIS di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu menargetkan kantor tersebut mulai beroperasi paling lambat awal Januari 2027.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo mengatakan, persiapan gedung kantor dan teknologi informasi (TI) masing-masing telah mencapai sekitar 80%. Namun, operasional kantor masih menunggu pemeriksaan dan persetujuan regulator Arab Saudi.
“Yang Jeddah itu kami rencanakan di akhir 2026, karena kan terkait dengan regulasi setempat,” ujar Anggoro seusai konferensi pers BSI International Expo di Jakarta, Kamis (15/10).
Dia menuturkan, setiap tahapan persiapan harus melalui pemeriksaan regulator Arab Saudi sebelum lebih lanjut. Proses itu menjadi tantangan BSI karena perseroan menjadi bank Indonesia pertama yang membuka kantor di wilayah tersebut.
“Januari lah paling terakhir bisa operasi di sana dan operasi lisensinya akan bertahap,” kata Anggoro.
BSI sebelumnya menargetkan sekitar 70% tenaga kerja di kantor cabang Jeddah berasal dari sumber daya lokal Arab Saudi. Pembukaan kantor cabang di Jeddah juga menjadi bagian dari ekspansi BSI di pasar internasional, terutama untuk memperkuat layanan keuangan bagi jemaah haji dan umrah Indonesia.
BSI sebelumnya telah memperoleh initial approval alias persetujuan awal dari Bank Sentral Arab Saudi (SAMA) pada 2024 untuk membuka kantor cabang luar negeri (KCLN). Lalu, BSI mencatat sekitar 170 ribu dari rata-rata 203 ribu jemaah haji Indonesia setiap tahun merupakan nasabah perseroan. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 83% dari total jemaah haji Indonesia.
Di segmen umrah, data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh) 2025 mencatat sebanyak 1,6 juta masyarakat Indonesia melaksanakan ibadah umrah. Sekitar 84% di antaranya disebut memanfaatkan layanan BSI.
Gelar BSI International Expo 2026
Di sisi lain, Bank BSI menyelenggarakan BSI International Expo 2026 bertema “Buy Local, Go Global”. Ajang tersebut bakal mempertemukan generasi muda dengan brand unggulan Indonesia yang telah menembus pasar Internasional.
Anggoro menyebut nilai transaksi bisa meningkat hingga 2 kali lipat. Menurutnya, besarnya populasi muslim Indonesia menjadi peluang untuk memperkuat industri halal nasional. Dari sekitar 290 juta penduduk Indonesia, 253 juta di antaranya atau sekitar 87% merupakan Muslim. Dengan mayoritas 51% populasi generasi muda, Gen Z memiliki potensi untuk menjadi penggerak pertumbuhan pasar sekaligus memperkuat daya saing brand lokal.
“BSI International Expo bukan hanya tentang transaksi, tetapi juga kolaborasi untuk membawa produk lokal naik kelas. Kami ingin menghubungkan potensi UMKM Indonesia dengan peluang pasar global dan menjadikan industri halal sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” ucap Anggoro.
BSI International Expo 2026 bakal digelar pada 23–25 Oktober ini di Jakarta International Convention Center (JICC). Acara tersebut menghadirkan 426 tenant dari berbagai sektor industri halal, mulai dari fesyen, kuliner, kecantikan, halal tour and travel, properti, emas, hingga otomotif.