IHSG Diproyeksi Turun ke Level 4.800-an Efek MSCI, Cek Saham Pilihan Analis

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/kye
Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menurun di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Penulis: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy
19/10/2026, 06.24 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih diproyeksikan turun pada perdagangan awal pekan ini, Senin (19/10). Hal itu sebagai efek pengumuman MSCI yang berwacana menurunkan status pasar Indonesia ke pasar mandiri atau standalone market. 

Seiring dengan itu, analis merekomendasikan saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), hingga PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR).

Analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova mengatakan, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan ke level 5.020, bahkan lebih buruk ke level 4.808. Sebab, pada penutupan perdagangan sebelumnya, Jumat (16/10), IHSG telah mengonfirmasi pergerakan wave v seiring penembusan di bawah fraktal 5.317 yang merupakan akhir wave iii sebagai tren turun terdahulu. 

Level support IHSG berada di 5.020, 4.895, dan 4.767. Sementara level resisten berada di 5.500, 5.800 dan 6.216. 

“Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish,” kata Ivan dalam keterangannya dikutip Senin (19/10).

Support adalah area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sementara resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.

Ivan merekomendasikan saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Di lain pihak, tim riset BRI Danareksa merekomendasikan saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

Seperti Ivan, tim riset BRI Danareksa juga menyebut IHSG berpotensi kembali turun pada perdagangan hari ini. Hal itu seiring kekhawatiran investor terhadap risiko capital outflow dan ketidakpastian klasifikasi MSCI. 

Tak hanya itu, perhatian juga tertuju pada langkah BEI dan OJK dalam memperkuat transparansi, integritas serta kredibilitas pasar modal. “Selama belum ada kejelasan yang meredakan kekhawatiran tersebut, tekanan terhadap IHSG dan rupiah masih perlu diwaspadai,” tulis tim riset BRI Danareksa Sekuritas.

Secara teknikal, IHSG telah mengalami breakdown tajam dari pola Head & Shoulders setelah gagal bertahan di atas neckline psikologis 6.000. Sementara itu MACD menunjukkan momentum bearish yang menguat, dengan garis MACD berada di bawah signal line dan histogram negatif semakin melebar. 

Adapun area 5.100 menjadi support psikologis terdekat, diikuti 4.954 sebagai support Fibonacci. Sementara itu, 5.200 menjadi resistance awal yang perlu ditembus untuk meredakan tekanan jual. Selama belum mampu kembali ke atas area tersebut, risiko pelemahan lanjutan masih dominan. 

Penafian:

Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Artikel ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri