IHSG Dibuka Anjlok ke Level 4.900-an, Saham BBCA Rontok 6,86% Sentuh ARB

Katadata
Ilustrasi penurunan IHSG.
Penulis: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy
19/10/2026, 09.29 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka anjlok 4,39% menyentuh level empat ribuan atau tepatnya level 4.957 pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin (19/10). Seluruh sektor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) memerah.

Berdasarkan data bursa, volume perdagangan mencapai 2,41 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,95 triliun. Adapun kapitalisasi pasar menyentuh Rp 8.767 triliun dan frekuensi perdagangan mencapai Rp 147 ribu kali transaksi.

Saham-saham bank jumbo swasta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) anjlok menyentuh batas auto rejection bawah (ARB). Saham BBCA melemah 6,86% ke level Rp 4.820; PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) merosot 5,68% ke level Rp 2.490; PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 3,54% ke level Rp 3.280, dan; PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) anjlok 3,37% ke level Rp 2.880.

Analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova mengatakan, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan ke level 5.020, bahkan lebih buruk ke level 4.808. Sebab, pada penutupan perdagangan sebelumnya, Jumat (16/10) lalu, IHSG telah mengonfirmasi pergerakan wave v seiring penembusan di bawah fraktal 5.317 yang merupakan akhir wave iii sebagai tren turun terdahulu. 

Level support IHSG berada di 5.020, 4.895 dan 4.767. Sementara level resisten berada di 5.500, 5.800 dan 6.216. “Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish,” kata Ivan dalam keterangannya dikutip pada Senin (19/10).

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sementara resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri