Asing Catat Net Sell Rp 744 Miliar saat IHSG Sesi I Menguat 1,09% ke 5.446

ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nz
Pengunjung memantau layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (20/10/2026). Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan sesi I, Selasa (20/10) dibuka rebound dan menguat sebesar 88,4 poin atau 1,4 persen ke posisi 5.027,9 setelah mengalami tekanan tajam selama tiga hari perdagangan sebelumnya.
Editor: Ahmad Islamy
23/10/2026, 13.31 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir menguat pada penutupan perdagangan sesi pertama Jumat (23/10). IHSG naik 1,09% atau 58,83 poin ke level 5.446,74, meski sempat tertekan di tengah perdagangan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka di level 5.397,33. Setelah sempat bergerak melemah, indeks berhasil kembali ke zona hijau hingga jeda makan siang ini.

Penguatan IHSG terjadi di tengah tekanan yang melanda sejumlah bursa utama Asia. Mirae Asset Sekuritas menyebut pelemahan Wall Street pada perdagangan sebelumnya akibat aksi jual saham berbasis teknologi serta kenaikan kembali harga minyak menjadi faktor yang menekan pasar saham di kawasan Asia.

Namun, IHSG mampu bergerak berlawanan arah dengan mayoritas bursa regional. Hal ini ditopang oleh penguatan sejumlah saham berbasis komoditas, terutama batu bara.

Saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menguat 5,0%, disusul PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang naik 4,3%. Sementara itu, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menguat 3,3%, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik 2,3%.

Dari sisi pergerakan saham, mayoritas saham di BEI berada di zona hijau. Sebanyak 512 saham menguat, sementara 150 saham melemah, dan 129 saham lainnya bergerak stagnan.

Aktivitas perdagangan hingga akhir sesi pertama mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 8,062 triliun dengan volume mencapai 21,42 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,064 juta kali, sedangkan kapitalisasi pasar mencapai Rp 9.610 triliun. 

Asing Catat Net Sell Rp 744,43 Miliar 

Di tengah penguatan IHSG, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell). Berdasarkan data BRI Danareksa Sekuritas, nilai pembelian saham oleh investor asing (foreign buy) mencapai Rp 2,62 triliun, sedangkan penjualan (foreign sell) tercatat sebesar Rp 3,36 triliun. Dengan demikian, investor asing membukukan net sell sebesar Rp 744,43 miliar.

Dari sisi pembelian asing, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi salah satu saham yang paling banyak diburu, dengan volume 62,14 juta saham dan estimasi nilai transaksi Rp 45,88 miliar.

Selanjutnya, saham ASII mencatatkan volume pembelian asing sebesar 9 juta saham dengan estimasi nilai Rp 40,98 miliar. Saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) juga masuk dalam daftar teratas pembelian asing, dengan volume 32,47 juta saham dan estimasi nilai Rp 27,80 miliar.

Sebaliknya, saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi sasaran utama aksi jual investor asing. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan volume penjualan asing sebesar 49,05 juta saham dengan estimasi nilai Rp 251,95 miliar. 

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menyusul dengan volume penjualan 84,06 juta saham dan estimasi nilai Rp 243,26 miliar. Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan volume penjualan asing sebanyak 34,55 juta saham dengan estimasi nilai Rp 132,84 miliar.

Top gainers: 

  • PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), naik 76 poin atau 25% ke Rp 380.
  • PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP), naik 450 poin atau 25% ke Rp 2.250.
  • PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI), naik 335 poin atau 24,91% ke Rp 1.680. 

 

Top losers:

  • PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM), turun 40 poin atau 6,9% ke Rp 540.
  • PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE), turun 22 poin atau 6,83% ke Rp 300.
  • PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), turun 220 poin atau 6,77% ke Rp 3.030. 
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah