Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat ditutup turun pada perdagangan Jumat (29/10). Penurunan terjadi karena adanya pergeseran investasi dari saham sektor kecerdasan buatan (AI) ke sektor pasar yang dinilai lebih defensif seperti barang konsumsi primer.
Indeks Nasdaq yang didominasi saham teknologi merosot 2,86% dan ditutup di level 25.437,00. Sementara itu, indeks saham unggulan Dow Jones turun 572,25 poin atau 1,09% ke level 51.770,31. Adapun indeks S&P 500 berkurang 1,82% menjadi 7.580,07.
Saham-saham tersebut semakin turun menjelang penutupan perdagangan sore ketika investor merealisasikan keuntungan menjelang akhir bulan. Investor memilih paruh waktu (midterm elections) yang diperkirakan berlangsung ketat pada pekan depan.
Manajer portofolio Global Keith Buchanan mengatakan sentimen pasar mulai berubah. Namun, menurut dia, masih terlalu dini untuk memastikan apakah perubahan tersebut akan memengaruhi keberlanjutan pergeseran investasi ke sektor defensif.
Ia menilai pasar saat ini semakin selektif dan kritis dalam mencermati prospek perusahaan teknologi.
Dia mengatakan tahun lalu pasar dipenuhi harapan. Sementara tahun ini pertanyaannya adalah bagaimana semua ini bekerja dalam kondisi nyata, termasuk bagaimana membiayainya dan siapa yang akan memperoleh keuntungan ekonominya.
“Pertanyaan-pertanyaan tersebut jauh lebih sulit dijawab," ujar Buchanan dikutip dari CNBC, Senin (2/11).
Manajer portofolio senior tersebut menambahkan, pasar mulai menangkap adanya risiko terhadap perekonomian riil.
Saham Amazon turun lebih dari 1% setelah perusahaan melaporkan kinerja pendapatan dan laba kuartal ketiga yang berada di bawah ekspektasi Wall Street. Raksasa e-commerce dan komputasi awan tersebut juga mencatat arus kas bebas negatif sebesar US$ 42,4 miliar.
Amazon tetap mempertahankan proyeksi belanja modal (capital expenditure/capex) 2026 sebesar US$ 220 miliar.
Di sisi lain, saham Intel anjlok hampir 29% setelah perusahaan menyampaikan proyeksi kinerja kuartal berjalan yang lebih lemah dari perkiraan. Intel menyoroti perlambatan pasar komputer pribadi (personal computer/PC).
Pendapatan dari segmen komputasi klien dan kecerdasan buatan fisik (physical AI) Intel turun 5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi US$ 8,1 miliar.
Saham Sandisk juga merosot 13%, meskipun hasil kinerja fiskal kuartal pertamanya melampaui estimasi pasar. Perusahaan penyimpanan data tersebut mengumumkan pemecahan saham (stock split) dengan rasio delapan banding satu.
Tekanan juga melanda saham-saham produsen cip secara lebih luas. Saham Advanced Micro Devices (AMD) turun hampir 11%. Sementara itu, saham Nvidia dan Broadcom masing-masing melemah 4% dan 5%.
Di tengah pergeseran investasi dari saham teknologi, sektor defensif seperti barang konsumsi primer (consumer staples) dan kesehatan justru mencatatkan penguatan.
Saham Walmart dan Coca-Cola masing-masing naik lebih dari 1% sehingga menahan pelemahan indeks Dow Jones. Saham anggota Dow lainnya, Merck dan Amgen, juga menguat.
Sementara itu, iShares A.I. Innovation and Tech Active ETF (BAI) terkoreksi hampir 17%.
Secara keseluruhan, investor menutup Oktober dengan kinerja negatif pada sejumlah indeks saham utama. Nasdaq merosot 5,3% sepanjang bulan tersebut, menjadi penurunan bulanan terdalam sejak Maret 2025.
Adapun indeks S&P 500 turun 0,9% sepanjang Oktober. Sebaliknya, Dow Jones justru mencatatkan kenaikan sebesar 1,7%.