Bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) ditutup naik pada perdagangan Selasa (25/8), seiring turunnya imbal hasil obligasi Treasury AS selama dua hari berturut-turut.
Wall Street ditutup menguat setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS turun menyusul rencana Departemen Keuangan AS meningkatkan operasi pembelian kembali utang.
Wall Street menguat dan catat rekor tertinggi setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah meredam ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Fed) dalam waktu dekat.
Bursa saham Wall Street Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Kamis (30/7), ditopang oleh lonjakan saham Microsoft dan emiten-emiten semikonduktor.
Wall Street ditutup melemah karena lonjakan harga minyak picu kekhawatiran inflasi dan prospek kenaikan suku bunga The Fed, tekan indeks S&P 500 dan Nasdaq.
Wall Street ditutup turun karena aksi jual saham kecerdasan buatan (AI) dan kenaikan harga minyak, dengan investor mulai meragukan ekspektasi berlebihan di sektor teknologi.
Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Selasa (30/6) dengan Indeks Dow Jones mencapai rekor tertinggi, didorong reli besar-besaran saham semikonduktor seperti Nvidia dan AMD.
Indeks bursa Wall Street ditutup naik pada perdagangan Rabu (8/4) setelah Presiden AS Donald Trump menunda rencana serangan terhadap Iran selama dua minggu.