IHSG Diproyeksi Melemah Lagi, Saham INDF, ASII hingga AADI Masuk Rekomendasi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berkonsolidasi pada perdagangan Rabu (4/11). Seiring dengan itu, analis merekomendasikan saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) PT Astra International Tbk (ASII) hingga PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI).
Tim riset BRI Danareksa mengatakan, IHSG telah menembus level support 4.962 dan membentuk pola bearish candle. Posisi penutupan indeks yang berada dekat level terendah harian juga menunjukkan masih kuatnya tekanan jual di pasar.
Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih berada di zona negatif dan bergerak semakin melebar ke bawah. Garis MACD di level -292 berada di bawah signal line -265. Sementara itu, posisi IHSG juga masih jauh di bawah rata-rata pergerakan 20 hari (MA20) di level 5.482.
“Kondisi ini mengindikasikan tren bearish masih dominan,” tulis tim riset BRI Danareksa Sekuritas dikutip Rabu, (3/11).
Tim riset BRI Danareksa memperkirakan level support berikutnya berada di kisaran 4.830–4.761. Meski peluang penguatan teknikal atau technical rebound masih terbuka setelah koreksi tajam, IHSG perlu kembali menembus area 4.962–5.000 untuk memperbaiki momentum pergerakannya. Area tersebut kini menjadi level resistance terdekat
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.
Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.
Memasuki perdagangan Rabu, investor juga akan mencermati sejumlah sentimen global. Salah satunya adalah hasil Pemilu Sela Amerika Serikat (AS) yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan pemerintahan Donald Trump dan persepsi risiko investor terhadap pasar keuangan.
Selain itu, pergerakan harga minyak dunia juga perlu dicermati. Harga minyak Brent sempat terkoreksi lebih dari 7% sebelum kembali naik ke kisaran US$105 per barel menyusul laporan eskalasi konflik di kawasan Teluk. Pasar juga menantikan rilis sejumlah data ketenagakerjaan dan aktivitas ekonomi AS sepanjang pekan ini.
Tim riset BRI Danareksa merekomendasikan saham PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Astra International Tbk (ASII).
Sementara itu analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova menjelaskan, IHSG telah menembus di bawah support krusial 4.972 sebagai pertanda adanya potensi untuk melanjutkan struktur wave iii menuju 4.737 sebagai target proyeksi Fibonacci.
Menurutnya, jika wave iii mencapai 4.737, maka wave v nantinya bisa mencapai level 4.652. Adapun level support IHSG berada di 4.895, 4.737 dan 4.629, sementara level resisten berada di 5.066, 5.289 dan 5.418. Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish.
Ivan merekomendasikan saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).