IHSG Melemah Lagi, Asing Borong Saham BBCA, BBRI, TINS

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.
Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Editor: Ahmad Islamy
4/11/2026, 12.50 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan pelemahan pada penutupan perdagangan sesi pertama Rabu (4/11). IHSG turun 0,88% atau 43,35 poin ke level 4.860,93 setelah dibuka melemah pada awal perdagangan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka di level 4.856,96. Indeks sempat menyentuh level terendah 4.824 pada pertengahan perdagangan atau secara intraday sebelum ditutup di zona merah pada jeda makan siang ini.

Tekanan jual tercermin dari pergerakan mayoritas saham di bursa. Sebanyak 525 saham melemah, sedangkan 116 saham menguat, dan 73 saham lainnya bergerak stagnan.

Aktivitas perdagangan hingga akhir sesi pertama mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 5,865 triliun dengan volume sebanyak 15,684 miliar saham. Frekuensi transaksi mencapai 745.619 kali, sementara kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 8.579 triliun.

Analis Mirae Asset menilai tekanan masih membayangi pasar saham Indonesia. Pelemahan IHSG pada sesi pertama terutama ditopang oleh koreksi sejumlah saham berkapitalisasi besar.

"Tekanan masih belum lepas dari pasar ekuitas Indonesia, tampak dari IHSG yang kembali terpuruk sedalam 0,88% ke level 4.861 pada paruh pertama perdagangan hari ini," tulis Mirae Asset dalam risetnya, Rabu (4/11).

Saham Barito Pacific (BRPT) dan Bumi Resources Minerals (BRMS) masing-masing terkoreksi 6,7%. Sementara itu, Chandra Asri Pacific (TPIA) melemah 5,2% dan Amman Mineral Internasional (AMMN) turun 4,1%.

Data Stockbit menunjukkan investor asing mencatatkan nilai beli sebesar Rp 2,12 triliun dan nilai jual Rp 1,86 triliun. Dengan demikian, investor asing membukukan net buy sekitar Rp 268,67 miliar pada perdagangan sesi pertama.

Saham Bank Central Asia (BBCA) menjadi salah satu saham dengan nilai beli asing terbesar, yakni sejumlah Rp 117,43 miliar dengan volume 23,91 juta saham. Berikutnya, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mencatatkan nilai beli asing Rp 64,62 miliar dengan volume 23,94 juta saham.

Saham Timah (TINS) juga masuk dalam daftar saham dengan pembelian asing terbesar, dengan nilai Rp 7,95 miliar dan volume 25,67 juta saham.

Di sisi lain, saham Bank Mandiri (BMRI) menjadi salah satu saham dengan nilai jual asing terbesar, mencapai Rp 67,68 miliar dengan volume 18,87 juta saham. Disusul TPIA dengan nilai jual Rp 15,08 miliar dan volume 12,57 juta saham, serta BRPT sebesar Rp 10,69 miliar dengan volume 10,90 juta saham.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah